oleh

Alasan Polda Metro Jaya Resmi Tahan Rizieq Shihab

SUARAMERDEKA.ID – Usai menjalani pemeriksaan selama 13 jam, Muhammad Rizieq Shihab akhirnya secara resmi ditahan Polda Metro Jaya. Ia keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Minggu (13/12/2020), dengan mengenakan baju tahanan dan kedua tangan terikat.

Dari informasi yang dihimpun, Rizieq Shihab dikenakan pasal 160 (penghasutan untuk melakukan kekerasan) dan 216 KUHP (menghalang-halangi ketentuan Undang-undang). Pasal 160 dengan ancaman hukumannya 6 tahun dan pasal 216 dengan ancaman hukuman 4 bulan 2 minggu.

Pernyataan itu Rizieq sampaikan ketika menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, dalam ceramahnya, sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) menyampaikan rencananya mengadakan Maulid Nabi Akbar.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Abuse Of Power?

“Saya undang semua yang ada di sini insya Allah besok malam (14/11/2020) di Petamburan, kita akan mengadakan peringatan Maulid Nabi, Saudara, sekaligus saya undang,” katanya pada 13 November 2020.

Rizieq Shihab juga tak lupa mengundang para alim ulama. Ia menyebut Maulid Nabi Akbar yang diadakan bertepatan dengan akad nikah putrinya.

“Juga seluruh habaib. Karena kami juga akan menikahkan putri kami yang keempat. Siap hadir? Siap hadir? Takbir,” ujarnya.

Sementara itu, dalam konferensi pers di Markas Polda Metro, Minggu (13/12/2020) dini hari,  Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebutkan ada dua alasan polisi menahan Rizieq Shihab. Yakni pertama alasan objektif dan kedua, alasan subyektif.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

Argo menjelaskan, alasan objektif karena tokoh sentral FPI itu sebagai tersangka dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas lima tahun. Sedangkan alasan subjektif, agar tidak melarikan diri.

“Serta tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya,” sebut Argo. (OSY)

Loading...

Baca Juga