SUARAMERDEKA.ID – Hujan lebat Kamis malam mengakibatkan banjir. Banjir kali ini mengakibatkan pagar pembatas dan pengaman sekolah jebol. Dugaan yang biasa menyerap alur air setiap datang hujan lebat, kini tidak bisa lagi menyerap. Pasalnya alur irigasi dan lahan persawahan sebagai resapan, kini menjadi perumahan Diamond II.
Kepala SDN 1 Kalirejo, kecamatan Kabat Rusydi mengatakan, 5 tahun lalu 4 kali dilanda banjir yang mengakibatkan pagar pembatas dan pengaman sekolah sebelah timur rata dengan tanah, akibat banjir dan sampai saat ini belum ada pihak yang membantu untuk membangun kembali.
Pagar yang roboh 5 tahun lalu, dan kini disusul robohnya pagar sebelah selatan yang roboh akibat banjir, Kamis (26/3/2926) malam.
“Lengkap sudah sekolah tanpa pagar samping. Kejadian ini bukan saja melanda SDN 1 Kalirejo saja, tapi masyarakat sekitar sekolah juga menjadi sasaran banjir.” kata Rusydi, Kamis (26/3/2026).
Lanjut Rusydi, dirinya mohon agar ada solusi dari stakeholders agar membantu terwujudnya pembangunan kembali pagar yang roboh tersebut, sehingga sekolah menjadi berwibawa.
“SDN 1 Kalirejo dan sekitarnya sebelumnya tidak pernah kebanjiran. Kami mohon dengan sangat dan hormat mungkin ada stakeholders yang membantu pemulihan pagar demi keamanan sekolah dan yang lebih penting kenyamanan murid / anak didik.” tambah Rusydi.
Kejadian roboh pagar lingkungan SDN 1 Kalirejo ini bermula 5 tahun lalu setelah lahan sawah selatan dan timur sekolah yang dulu menjadi resapan air banjir hilang, karena diubah menjadi perumahan, Diamond II.
Banjir Kamis malam air menerobos komplek SDN 1 Kalirejo hingga ketinggian 60 cm, akibat pagar roboh. (BUT).






