SUARAMERDEKA.ID – Unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) Kabupaten Banyuwangi meliputi kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Banyuwangi, Glagah dan licin, dalam melaksanakan tugas pokok dan pungsi (Tupoksi) setiap hari kerja berjalan lancar. Diantara memantau situasi jalan rusak / berlobang, jembatan di wilayahnya.
Dalam pantauan terlihat jalan berlobang, gerak cepat untuk menembel untuk scala kecil. Untuk tembelan besar dikerjakan pihak ke tiga atau rekanan.
Kepala UPT wilayah DPU CKPP Banyuwangi, Yulian mengatakan kondisi faktor alam sulit diprediksi, terkait tembel jalan berlubang. Sikon cuaca saat kita nembel siang hari berjalan lancar, terkadang sore, kadang malam turun hujan, yang mengakibatkan pekerjaan di kerjakan dengan maksimal, setelah sore / malam turun hujan, menjadi hasil pekerjaan muspro, alias terkelupas lagi.
“Kita berburu jalan berlubang, kita temukan dan langsung ditangani. Tp faktor cuaca, saat pelaksanaan cuaca panas menyengat, sore kadang malam hujan turun. Pastinya hasil pekerjaan tidak maksimal faktor alam.” kata Yulian, Rabu (29/4/2026).
Lanjut Yulian, terkait saluran irigasi kota/ draenase, sepertinya kesadaran masyarakat kurang peduli pada sampah.
Hal tersebut saat kita bersihkan di tempat ruas jalan dalam kota, seperti jalan Adi Sucipto, Ahmad Yani, hasil yang kita dapat banyak sampah rumah tangga di temukan pada saluran, yang menjadikan bumpet jalannya air.
Sepertinya sampah rumah tangga itu bukan pembuangan dari seputar warga kota, tapi itu sampah bawaan dari hulu atau rute saluran air dari atas.
“Kita activitas rutinitas harian, kadang pasca hujan/ banjir, banyak sekali hasil sampah rumah tangga kita ambili dari saluran. Dan itu setiap kita kerja selalu menemui sampah rumah tangga yang saya kumpulkan dalam karung (Glangse) sampai berpuluh-puluh glangse.
Saya minta kepada masyarakat mohon sampah rumah tangga atau sampah apapun, kadang sampah daun seseorang habis nebang pohon pisang dan lainnya, buanglah sampah pada tempat yang sudah di sediakan.” tambah Yulian.
UPT wilayah DPU CKPP Banyuwangi beberapa bulan ini activitas untuk tupoksi sama, hanya saja pengaduan jalan berlubang agak berkurang melalui telepon, WhatsApp, surat pada kita, karena Bupati Banyuwangi kepada warga masyarakat, apa bila menemukan, menjumpai hal hal yang tidak sedap seperti jalan berlubang, pohon berbahaya, warga masyarakat bisa telepon langsung camat. Dan camat berkoordinasi dengan pihak leading sektor, dan harapan masyarakat langsung tertangani.(BUT).










