oleh

Astaghfirullah, Dunia Pendidikan di Banyuwangi, Tercoreng Bullying dan Hamil Diluar Nikah

SUARAMERDEKA.ID – Jagad Bumi Blambangan kembali terjadi bullying, setelah pelajar SMPN di seputar kota, kini menimpa murid SD, lokasi tempat kejadian perkara (TKP) lembaga SDN Mojopanggung, kecamatan Giri, perkelahian terjadi perkelahian diduga akibat imbas bullying di lingkungan sekolah.

Parahnya aksi itu terjadi di dalam ruangan kelas sekolah, dan viral di media sosial salah satu siswa inisial GL dikeroyok teman-temanya.

Sisi lain pelajar SMPN 1 Bangorejo diduga terjadi hamil di luar nikah sempat ramai jadi perbincangan warga dilingkungan sekolah terkait adanya dugaan salah satu siswinya hamil diluar nikah.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno melalui Kabid Dikmen, Alfian, Rabu (22/11/2023) dikonfirmasi via WhatsApp terkait dugaan kehamilan salah satu siswi SMPN 1 Bangorejo mengatakan belum tau dan kini kami masih menelusuri.

“Saya belum tau dan kami masih menelusuri.” kata Alfian via WhatsAppnya.

Secara terpisah humas SMPN 1 Bangorejo, Zajuli via selulernya mengatakan kalau kejadian hamil di luar nikah yang terjadi sudah saya laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga :  Bupati Maluku Tengah Serahkan P3D ke Bupati SBB

“Kepada awak media Zajuli mengirimkan pernyataan klarifikasi melalui pesan voice note WhatsApp pada Rabu, (22/11/2023).

Menurut Zajuli, pihak sekolah telah melaporkan dan mengirimkan data lengkap dan fakta kasus siswi SMPN 1 Bangorejo yang hamil diluar nikah tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

Secara kedinasan sekolah sudah melaporkan ke atasan dalam hal ini Dinas Pendidikan dan atasan memberikan arahan untuk mengirimkan data dan fakta terkait dengan Program Banyuwangi Zero DropOut.” terang Zajuli.

Lebih lanjut Jazuli menyebutkan untuk melengkapi data tersebut pihak sekolah juga sudah berkunjung ke rumah yang bersangkutan mengingat anak tersebut masih dalam usia wajib belajar 9 tahun, maka sesuai arahan dari dinas sekolah tetap memberikan layanan hak anak untuk mendapatkan pelajaran.

“Kemudian selanjutnya nanti pada saat ujian semester ganjil ini, kita akan mengantarkan soal ujian kerumahnya, namun setelah yang bersangkutan sudah dinikahkan resmi oleh keluarganya, kita akan ambil kebijakan lain, mungkin bapaknya kita anjurkan untuk dipindah mengikuti PKBM Paket B dengan harapan jika sudah memiliki nilai raport semester satu sampai lima nanti pastinya akan lebih mudah.” tambah Zajuli.

Baca Juga :  Ustadzah Oki Puji Arsitektur Pendopo Saat Berkunjung di Banyuwangi

Terkait perkelahian imbas dari bullying di SDN Mojopanggung, Kabid SD pada Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sutikno lagi dinas luar.

” Pak Kabid sedang Dinas luar di jakarta.” kata kasi SD, Erfandi, Rabu pagi (22/11/2023).

Akibat perkelahian murid SDN Mojopanggung, korban mengalami kram di bagian perutnya hingga tergeletak lemas dan mual-mual.

Pihak sekolah bersama stakeholder terkait berikut para siswa yang terlibat perkelahian sudah diselesaikan secara internal dan kekeluargaan.

Bagaimanapun kasus perkelahian imbas bullying di SD dan hamil di luar nikah siswi SMP di Bumi Blambangan membawa preseden buruk dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. (BUT).

Loading...