SUARAMERDEKA.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Kegiatan Pemberdayaan dan Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tahun 2026 di Aula SMKN 1 Glagah Banyuwangi, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Ormas dan Organisasi Media dalam Mendukung Pembangunan Daerah Berbasis Semangat Tandang Bareng”, sebagai upaya memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat, insan media, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Banyuwangi yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Acara menghadirkan dua narasumber utama, yakni Rektor Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi Prof. Agus Trihartono, S.Sos., M.A., Ph.D., serta Pengasuh Pondok Pesantren Adz-Dzikra Ir. H. Achmad Wahyudi, SH., MH. Diskusi dipandu moderator Elly Irwan Suryanto, S.Sos., SH.
Dalam sambutan Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Drs. R. Agus Mulyono, S.Sos., M.Si., yang disampaikan Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Muda, Febi Nugroho Wibisono, S.Sos., ditegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas ormas sekaligus membangun kesamaan visi antara elemen masyarakat sipil dan pemerintah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta mendapatkan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan kontribusi organisasi kemasyarakatan terhadap pembangunan daerah.” kata Febi Nugroho.
Pada sesi pemaparan, Ir. H. Achmad Wahyudi menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif di tengah dinamika geopolitik dan perubahan sosial yang terus berkembang.
Menurutnya, optimalisasi peran ormas dan organisasi media harus berorientasi pada kebersamaan, rasa memiliki terhadap daerah, serta komitmen bersama dalam memajukan Banyuwangi.
“Mengajak semua pihak untuk merasa memiliki Banyuwangi adalah fondasi penting pembangunan. Kekuatan mental tidak lahir dari kenyamanan, tetapi justru terbentuk dari tekanan dan tantangan.” tegasnya.
Wahyudi menambahkan, pembangunan daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan harus ditopang oleh keterlibatan aktif masyarakat melalui ormas, tokoh sosial, hingga media massa sebagai penggerak opini publik.
Sementara, Prof. Agus Trihartono menekankan bahwa semangat “Tandang Bareng” sebagai nilai khas Banyuwangi harus dimaknai lebih luas dari sekadar gotong royong dalam bentuk fisik.
Menurutnya, esensi tandang bareng terletak pada investasi sumber daya manusia (SDM), kolaborasi gagasan, penguatan literasi sosial, hingga pembangunan jejaring antar komunitas.
“Tandang Bareng adalah kerja bersama dalam membangun kapasitas manusia. Ketika SDM diperkuat, maka pembangunan daerah akan memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh.” terang Prof. Agus.
Prof. Agus menilai ormas dan organisasi media memiliki posisi strategis sebagai penghubung aspirasi masyarakat, pengawas kebijakan publik, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.
Melalui kegiatan pemberdayaan dan pembinaan ini, Bakesbangpol Banyuwangi menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas tata kelola organisasi kemasyarakatan agar semakin adaptif, produktif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan modern.
Kolaborasi antara pemerintah, ormas, dan media diharapkan mampu melahirkan ekosistem pembangunan yang tidak hanya partisipatif, tetapi juga berakar pada semangat kebersamaan khas Banyuwangi.” tambahnya.
Dengan mengusung nilai Tandang Bareng, Pemkab Banyuwangi menegaskan bahwa pembangunan daerah akan lebih efektif ketika dilaksanakan melalui sinergi lintas elemen masyarakat. (BUT).






