oleh

BPBD Banyuwangi Akui Pemkab Belum Bantu Konsumsi Petugas dan Relawan Pemadam Kebakaran

SUARAMERDEKA.ID – Kepala BPBD Banyuwangi, melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyuwangi, Eka Muharam Suryadi mengakui tidak adanya dana taktis yang siap digunakan dalam keadaan darurat bencana sewaktu waktu.

Menurut Eka, Jumat (24/10/2019) mengarakan pihak BPBD Banyuwangi meganggap kejadian seperti saat ini tidak pernah terjadi karena selama ini semua dianggap baik-baik saja dan tidak ada bencana seperti saat ini.

“Kita kan menganggap semua baik baik saja dan tidak menganggap akan ada bencana seperti ini,” kata Eka.

Eka juga mengaku kesulitan dengan mekanisme pengajuan anggaran karena terbentur aturan aturan. Tapi karena saat ini statusnya sudah dinaikan menjadi tanggap darurat bencana secara otomatis anggaran akan segera turun.

“Kita sudah dapat kabar pemerintah Propinsi sudah acc dan anggaran akan segera diturunkan,” jelas Eka.

Eka juga sudah berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten namun belum ada titik terang. Hanya saja pemkab mempersikahkan pengunaan fasilitas seperti àir.

“Ya sementara dibantu pengunaan fasilitas air, kalau anggaran konsumsi dan lain lain tidak ada,” kata Eka.

BPBD Banyuwangi Akui Pemkab Belum Bantu Konsumsi Petugas dan Relawan Pemadam Kebakaran
Kabid Kedaruratan & logistik BPBD. Eka Muharam.

Lanjut Eka Muharam mengatakan, jika pihaknya telah mendapat kabar insyaalloh besok helikopter water bombing akan datang untuk mengatasi karhutla kawasan TWA Kawah Ijen.

“Barusan saya dapat kabar jika satu unit helikopter water bombing besok hari sabtu (25/10/2019) akan merapat di Blimbingsari. InsyaAllah besok bisa dilakukan penyiraman dari udara,” ungkapnya.

Kendati demikian, mengingat karhutla di Kawasan TWA Kawah Ijen yang telah meluas hingga 1000 Ha. BPBD Banyuwangi tidak bisa menjamin karhutla yang terjadi akan cepat teratasi. 

“Saya tidak bisa menjamin karhutla cepat teratasi. Karena water bombing sekali menyiram air seluas dua kali lapangan volly. Sedangkan luas Karhutla dari Gunung Ranti, Ijen hingga Merapi Ungup-ungup mencapai kurang lebih 1000 Ha,” bebernya.

Belum lagi jika ada angin kencang yang terjadi di lokasi karhutla. Pastinya, helikopter Water bombing tidak bisa dipaksakan untuk beroperasi. Water bombing rencananya, Kami fokuskan dulu di karhutla kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup. Kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang dikelola Perhutani,” terangnya.

Saat ini, telah didirikan tenda tagana dan BPBD Banyuwangi untuk dijadikan Dapur umum dan Posko Kesehatan di Rest Area Jambu.

“Tagana dan BNPB telah turun tangan dengan adanya status tanggap darurat ini. Setiap hari rencananya kami sediakan 650 bungkus nasi untuk konsumsi para petugas gabungan pemadam api dan para relawan lainya,”pungkas Eka.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Surat keputusan bupati yang menetapkan status bencana menjadi tanggap darurat ditandatangani Anas (22/10/2019). Surat yang telah beredar di media sosial itu menyebutkan masa berlaku status tujuh hari sejak ditetapkan. Adapun penanganannya dilaksanakan di bawah Komandan Kodim 0825 Banyuwangi. (BUT)

Loading...

Baca Juga