oleh

Bupati Wajo: Paradigma Masyarakat Musrembang Hanya Formalitas

SUARAMERDEKA.ID – Bupati Wajo Amran Mahmud mengatakan, paradigma masyarakat yang menyatakan bahwa Musrembang hanyalah formalitas belaka sudah waktunya untuk dihilangkan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Musrembang kali ini dibentuk yang lebih subtantif.Musrembang harus memberi ruang yang cukup untuk menggali dan menyampaikan program dari desa dan kelurahan dalam bentuk skala prioritas.

Ungkapan ini disampaikan Bupati Wajo dalam acara Musrembang Kecamatan Majauleng Tahun 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan kantor Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020) malam.

Turut hadir dalam acara ini Bupati dan Wakil Bupati Wajo H. Amran, Kepala Bappeda Wajo Andi Pallawarukka dan beberapa anggota DPRD Wajo dapil Tanasitolo-Majauleng Majauleng. Bupati Wajo dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada para hadirin yang telah merelakan waktu istirahatnya untuk mengikuti Musrembang ini.

Dalam kesempatan ini Bupati Dr. H.Amran Mahmud.MSi.S.Sos berjanji akan mengawal skala prioritas yang menjadi kesepakatan dalam bentuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Skala prioritas ini tidak akan berubah walaupun dengan alasan apapun.

“Saya dan Wakil Bupati bersama dengan anggota DPRD akan mengawal apa yang telah menjadi hasil kesepakatan bersama Musrembang ini dari orang tertentu. Orang kuat dan dekat maupun dari kepentingan kelompok dan pribadi dengan alasan apapun,” tegas Bupati Wajo.

Dalam arahannya Bupati juga tidak ingin waktu yang disisihkan mengikuti acara ini menjadi seremonial semata. Setelah kegiatan ini selesai, tiba-tiba hasil keputusan bersama berubah dalam sekejab oleh orang tertentu yang tinggal menginput.

Bupati menambahkan bahwa dari lebih 10 kecamatan yang telah melaksanakan Musrembang. Ia menegaskan, 3 L masih menjadi skala prioritas. Adapun 3L tersebut adalah Laleng ( jalan), Ledeng (air) dan Lampu (penerangan).

Khusus untuk infra struktur, Kabupaten Wajo menyiapkan dana APBD 240 milyar. Saat ini, Bupati Wajo mengaku masih mengupayakan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar bisa sampai 300 milyar.

“Modal anggaran yang terporsikan untuk infra struktur kita berdampak pada perekonomian masyarskat. Kita ingin menghadirkan jalanan yang mantap sesuai dengan undang- undang jalan. Sehingga hasil produksi pertanian dan perikanan masyarakat tidak terbebani dengan biaya cost. Begitu juga dengan sektor pariwisata maupun hilirisasi produk unggulan kita. Sehingga kita tidak segan mengundang investor masuk, karena jalanan sudah bagus.” ungkap Bupati.

Bupati Wajo: Paradigma Masyarakat Musrembang Hanya Formalitas

Sementara Wakil Bupati Wajo menambahkan bahwa di tahun 2019 kemarin pihaknya telah rasionalisasi anggaran untuk menutupi warisan devisit APBD tahun 2018 sebesar 67 milyar.

“Dan Alhamdulillah kita masih bisa selamat. Dan tahun 2019 anggaran 200 milyar masih bisa terporsikan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur. Untuk itu tahun ini kita sudah bisa gaspol untuk kegiatan pembangunan kabupaten Wajo,” tegasnya.

Pada kesempatan ini Wakil Bupati Wajo mengapresiasi Camat Majauleng,Drs.M.Jaya Ekaputra,MPd yang telah menjalankan instruksi pemerintah tentang pengurangan penggunaan wadah yang berpotensi menghasilkan sampah plastik. Termasuk realisasi instruksi pintu gerbang perkantoran yang bermotif sutera.

“Pertama tama saya ingin mengapresiasi Camat Majauleng yang telah menjalankan instruksi pemerintah untuk mengurangi sampah plastik. Dalam acara ini saya tidak melihat penggunaan air kemasan yang bisa meninggalkan sampah plastik. Ini bisa menjadi contoh bagi 14 kecamatan lainnya yang ada di kabupaten Wajo,”ungkap wakil Bupati.

Wakil Bupati juga menyinggung mobil layanan kesehatan masyarakat (oto dottoro) yang akan mempermudah akses pelayanan medis bagi masyarakat dengan mendatangi langsung pasien. Wakil Bupati juga mengingatkan agar kendaraan operasional desa dapat bersinergi dalam hal bantuan akses pasien dalam mendapatkan penanganan medis.

Pada kesempatan lainnya, Camat Majauleng Drs.M.Jays Ekaputra menambahkan bahwa pelaksanaan Musrembang ini berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Apa yang menjadi keinginan masyarakat menentukan hasil keputusan” tegasnya. (FAR)

Loading...