oleh

Dharma Pertiwi Purwokerto Gelar Ceramah Perempuan Sadar Vagina

SUARAMERDEKA – Dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi dan kebersamaan serta guna meningkatkan derajat kesehatan para anggotanya, Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D menggelar Pertemuan Gabungan Dharma Pertiwi jajaran Koorcab Purwokerto Daerah D, Rabu (6/3/2019) di Gedung Pertemuan A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas.

Pertemuan gabungan Dharma Pertiwi di jajaran Koorcab Purwokerto Daerah D diisi dengan Ceramah Kesehatan bertajuk “Perempuan Sadar Vagina” (PSV) yang disampaikan oleh dr. Inge Satyo Ariyanto Founder PSV dan Bagus Setiawan, M.Si., Apt. Co Founder PSV.

Ny. Anita Dani Wardhana selaku Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D menyampaikan. Kunci kebahagiaan bahtera rumah tangga tidak selalu ditentukan banyaknya uang, rumah megah dan mobil mewah. Namun kebahagiaan rumah tangga yang sejati hakekatnya ditentukan tiga aspek. Yakni sehat jasmaninya, cukup sandang, papan dan pangannya serta terpenuhi kebutuhan rohaninya.

“Apalah artinya uang yang banyak, rumah megah, kekuasaan yang tinggi. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita atau keluarga kita sakit-sakitan atau mengidap suatu penyakit. Sehingga suami tidak betah di rumah. Karena tidak adanya kepuasan lahir batinnya dalam jalinan cinta kasih antara suami istri. Tentu semua fasilitas yang berlimpah tersebut tidak ada artinya,” ungkap Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D.

Sebaliknya, meskipun kondisi keluarga kita tidak kaya, rumah dan fasilitas hanya cukup dan sederhana. Akan tetapi hubungan jasmani dan rohani dalam rumah tangganya bisa terlaksana dengan baik dan memuaskan. Maka kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga akan dapat terwujud.

Terkait dengan tema “Perempuan Sadar Vagina”, Ny. Anita menjelaskan, bahwa sejauh ini tidak banyak wanita secara khusus merawat organ vitalnya tersebut. Padahal, vagina adalah organ reproduksi yang membutuhkan perlakuan khusus. Karena vagina merupakan barang potensial untuk memperkuat ketahanan keluarga. Mengingat faktor seksual merupakan salah satu hal yang mempengaruhi ketahanan keluarga.

“Organ reproduksi tersebut adalah aset yang harus dijaga dan dirawat agar bersih, sehat, elastis, kencang, dan menua lebih lama. Deteksi dini terhadap kemungkinan kanker mesti dilakukan secara rutin dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear dan Iva Test. Dan, hati-hati terhadap produk yang mengandung sediaan kimia. Karena dikhawatirkan justru mengganggu keseimbangan flora normal atau bakteri baik yang ada di vagina,” pungkasnya.

Sementara itu, Founder PSV dr. Inge Satyo Ariyanto menyampaikan, secara umum, kesehatan reproduksi wanita tidak cuma ditentukan oleh kondisi fisik yang bebas penyakit, melainkan bagaimana seseorang mampu memiliki organ dan kehidupan seksual yang normal. Tidak dapat diingkari, di sanalah tempat vagina, leher rahim, ovarium, hingga saluran tuba yang berfungsi penting dalam proses pertumbuhan embrio.

Pada banyak kasus, bagian tubuh kaum hawa inilah yang justru paling rentan terserang penyakit. Mulai dari risiko iritasi, infeksi, hingga kanker serviks, penting bagi para wanita untuk memahami dan menjaga kesehatan organ reproduksinya dengan baik dan benar.

“Jagalah kebersihan organ reproduksi Anda, dengan membersihkannya setelah buang air kecil atau besar; mengganti celana dalam minimal dua kali sehari; hingga menggunakan panty liner saat keputihan. Adapun tingkatkan lagi kebersihan, terutama ketika siklus menstruasi berlangsung. Selain itu, sering mengganti pembalut untuk memastikan area vagina bersih dan steril dari bakteri,” ungkapnya.

“Harus dipahami, sekalipun diciptakan khusus untuk membersihkan organ kewanitaan, hindari membersihkan daerah vagina dengan sabun, sebaiknya menggunakan air matang agar tidak ada lagi bakteri e coilnya. Banyak kasus membuktikan, kandungan bahan kimia pada sabun akan mengurangi kelembapan, memicu gatal, iritasi, bahkan alergi pada kulit. Sebaliknya, cukup gunakan air bersih untuk mencuci dan membersihkan organ reproduksi,” terangnya.

Selain dilaksanakannya kegiatan ceramah kesehatan Perempuan Sadar Vagina (PSV), juga dilaksanakan penyematan “Pin” Duta/Agen Perempuan Sadar Vagina (PSV) oleh Founder PSV dr. Inge Satyo Ariyanto kepada Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D Ny. Anita Dani Wardhana dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 Ny. Leni Heri Sumitro.

Founder PSV, menekankan kepada yang hadir untuk menjadi agen PSV diantaranya dengan memulai dari diri sendiri dan menularkannya kepada teman, kerabat dan lingkungan sekitar dari hal kecil seperti setiap keluar dari rumah dengan membawa perlengkapan khusus wanita berisi tisu toilet dan CD.

Begitu pula kepada anak-anak perempuan kita, untuk dapat menjadi agen PSV dengan membekali mereka tisu toilet (tisu basah bayi) dan CD di tasnya ketika krsekolah. Dengan semakin banyaknya agen-agen PSV, diharapkan semoga penyakit-penyakit yang berkaitan dengan organ kewanitaan dapat dicegah. (OSY)

Loading...

Baca Juga