SUARAMERDEKA.ID – Ketua Umum Pimpimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) Diko Nugaraha menyoroti minimnya keterwakilan tokoh tulen Jawa Barat yang duduk di parlemen.
Hal itu disampaikan Diko Nugraha usai memberikan arahan pada acara Konsolidasi Muslimah dan Persiapan Tsaqofah Serentak PW GPI Jabar, di Wisma Sinar Kasih, Pacet, Cianjur, Rabu 25/01/2023.
Menurut Diko, formasi DPR RI saat ini dari daerah pemilihan Jawa Barat sangat beraneka ragam, dan dari berbagai latar belakang kelompok.
“Saya melihat dari jumlah formasi DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Jawa Barat itu sangat beragam . Namun persentasenya masih kurang dari tokoh tulen Jawa Barat yang berhasil duduk di parlemen,” ujar Diko
Menurut Diko, ada problem sosial yang harus dipahami oleh kader GPI Jawa Barat, kenapa hal tersebut bisa terjadi. Pertama, orang sunda kurang percaya diri.
“ini kan kebiasaan orang Sunda, kalau di suruh memimpin itu selalu beralasan klise, misalnya silakan tipayun (silahkan duluan), bahasa itu sekarang jangan ada lagi,” jelas Diko.
Kedua tambah Diko, tokoh Jawa Barat kurang mengakar, sehingga kekuatan masa pada saat dibutuhkan tidak signifikan.
“Saya berharap kader GPI mulai menata dan mengorganisasi basis kekuatan masa, sehingga pada saat terjun di politik kekuatan itu memadai,” sambung Diko
Jawa Barat, kata Diko, sebagai provinsi tebesar sudah jadi incaran para politisi nasional sejak lama.
“Sebagai provinsi dengan penduduk terbesar se-Indonesia, Jabar jadi proyeksi banyak kelompok, karena suara Jabar menurut mereka terkesan mudah dan murah,” beber pemuda kelahiran Garut tersebut.
Apalagi tambah Diko, jatah kursi untuk Jawa Barat pada pemilu 2024 mencapai 91 kursi yang tersebar di 11 Daerah Pemilihan ditambah 4 kursi untuk DPD RI.
“bisa gak kader GPI memetakan situasi untuk kebutuhan pemilu 2024, tujuannya, jika ada kader GPI yang muncul bisa lolos ke Senayan,” kata Diko.
Hal senada disampaikan oleh ketua Muslimah PW GPI Jawa Barat Elis Mustika
Kegiatan konsolidasi muslimah ini menurutnya untuk membangun komunikasi sekaligus membuka ruang jika ada kader muslimah yang maju pada perhelatan pemilu 2024
“kalau ada kader dari muslimah GPI yang maju akan kita suport, jelas Elis.
Selain dalam tataran politk, menurut Elis, muslimah GPI Jawa Barat juga akan digiring pada program muslimah preneur.
“Selain politik juga muslimah akan diarahkan ke wirausaha,” pungkas Elis. (SAM)










