oleh

HIPMAR Papua Barat Minta Bappeda Rampungkan Paket Penujukan

SUARAMERDEKA – Sebagai Pimpinan Asosiasi Pengusaha Muda Arfak HIPMAR Papua Barat, Alex Wonggor SE, memintah kepada BAPPEDA Provinsi Papua Barat segera mengumpulkan data paket penunjukan yang ada di semua SKPD. Ia khawatir SKPD yang bersangkutan akan memberikan ke pihak ketiga. Hal ini akan berpengaruh kepada nasib asosiasi yang dibina oleh pemerintah saat ini.

Dikatakan Alex Wonggor, semua pengusaha lokal Papua bergantung pada Dinas PU. Sedangkan Dinas PU juga punya penyedian paket sangat terbatas. Padahal semua kegiatan paket penunjukan dari setiap SKPD sudah di data. Alexmenjelaskan, jumlah pengusaha Asli Papua yang berkecimpung di bawah Asosiasi Hipmar Papua Barat total 220 Pengusaha. Semuanya tergabung dalamya 5 Kabupaten, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni Dan Kabupaten Manokwari. Semua data tersebut menurut Alex sudah dimasukan ke Bappeda.

“Semua kegiatan tahun anggaran 2019 khusus paket penunjukan bagi Pengusaha Asli Papua harus transparan. Sehingga kami, Ketua Asosiasi Hipmar juga bisa tahu. Kalau tertutup, kami takut ada permainan di dalamnya,” tegas Ketua HIPMAR Papua Barat, Selasa (5/3/2019).

Pihak Hipmar bersedia untuk turun mengambil data dari semua SKPD di Provinsi Papua Barat. Semua paket penunjukan sudah terkumpul di Bappeda. Jika memang semua sudah terkumpun, Alex berharap supaya Bappeda segera bagi  pengusaha Papua yang sudah memasukan profil, sesuai data yang dimasukkan di Bappeda. Agar pekerjaan dapat dikerjakan lebih awal, sehingga kualitas pekerjaan bagus.

“Jangan sampai kami ribut dan aksi demo seperti yang terjadi tahun 2018. Sudah  cukup lama kami ribut. Sekali lagi paket yang masuk ke Bapeda harus  transparan ke publik dari masing masing SKPD terkumpul berapa paket. Biar jelas. Sehingga bisa di akomodir bagi Pengusaha Papua, sesuai data yang kami masukan di Bappeda,” tutup Ketua HIPMAR Papua Barat. (JFS)

Loading...

Baca Juga