oleh

IPW Minta Polri Contoh TNI AD Soal Buka-Bukaan Kasus LGBT

SUARAMERDEKA.ID – Ind Police Wacth (IPW) meminta agar Polri meneladani sikap petinggi TNI AD yang membuka kasus LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang terjadi di institusinya. Dikala TNI AD mulai gerah dengan isu tersebut dan mengungkapnya ke publik, kasus serupa di tubuh Polri justru “menjadi misteri”.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengapresiasi sikap Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung (MA), Mayjen Burhan Dahlan yg membuka isu LGB di lingkungan TNI. Ia menuturkan, selama ini isu tersebut sangat tertutup dan cenderungi ditutupi. Neta melihat, belakangan pimpinan TNI AD mulai gelisah dgn isu ini.

“Apalagi ada kabar bahwa ada kelompok-kelompok baru, kelompok persatuan LGBT TNI-Polri. Pimpinannya Sersan, anggotanya ada yang Letkol.  Pimpinan Mabes AD juga sempat marah lantaran terdapat 20 kasus prajurit TNI LGBT yang dibebaskan majelis hakim pengadilan militer ke 20 TNI LGBT ini berasal dari Makassar, Bali, Medan, Jakarta,” kata Ketua Presidium IPW di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Neta menegaskan, isu LGBT tidak hanya mendera TNI, namun juga menjadi pembicaraan hangat di tubuh Polri. Apalagi saat awal Jenderal Idham Azis menjabat sebagai Kapolri, jelasnya, ada belasan polisi LGBT yang ditahan dan diproses Propam Polri.

“Salah satu di antara perwira tinggi berpangkat Brigjen yang pernah bertugas di Deputi SDM Polri. Namun baik propam maupun polri tidak pernah menjelaskan hal ini secara transparan. Polri terkesan sangat tertutup dengan kasus ini. Bahkan hingga kini tidak diketahui nasib kasus belasan polisi LGBT tersebut,” ujar Neta.

IPW meminta TNI Polri harus bersikap tegas dalam kasus LGBT. Menurut Neta, sejatinya prajurit yang LGBT dihindari TNI Polri. Pasalnya, TNI Polri mengemban tugas menjaga pertahanan dan keamanan negara, sehingga TNI Polri sangat membutuhkan figur anggota yg benar benar sejati.

“Jika prajurit TNI Polri itu memiliki kebiasaan yang menyimpang, bagaimana mereka bisa menjalankan tugas dengan baik. Dalam kasus LGBT di TNI misalnya, dijelaskan secara transparan bahwa 20 berkas perkara yang masuk ke peradilan militer adalah persoalan hubungan sesama jenis. Yakni antara prajurit dengan prajurit. Ada yang melibatkan dokter yang pangkatnya perwira menengah. Ada yang melibatkan lulusan baru dari Akmil dan terendah prajurit dua (Prada-red),” tegas Neta.

Karenanya, IPW mengapresiasi TNI AD sudah membuka hal ini secara transparan. Sehingga kasus ini bisa segera diatasi dengan tuntas.

“IPW juga berharap Polri bisa bersikap transparan untuk membuka persoalan LGBT di internalnya agar bisa diselesaikan. Terutama mengenai Brigjen E dan belasan polisi lainnya yang sempat ditahan di Propam Polri,” tutup Ketua Presidium IPW ini. (OSY)

Loading...

Baca Juga