oleh

Jembatan Penghubung Kecamatan di Kabupaten Pali Nyaris Ambruk

SUARAMERDEKA – Jembatan penghubung antar kecamatan yang membentang di Desa Babat, Kecamatan Penukal Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

Dimana material yang semuanya terbuat dari pipa besi tersebut, sudah mengalami kropos dan penyangga jembatan terlihat nyaris ambruk serta telah banyak kendaraan roda empat terperosok di jembatan tersebut, akibat tidak kuat menahan beban.

Kepala Desa Babat, Arka Nurawi, dibincangi suaramerdeka.id, mengatakan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah lama terjadi. Untuk memperbaiki jembatan itu agar bisa dilalui, warga setempat, hanya mengandalkan alat seadanya.

“Jembatan itu dibangun perusahaan Migas dan umurnya sudah puluhan tahun. Kondisi sekarang sudah lapuk. Sementara jembatan penghubung tersebut selalu ramai dilalui kendaraan. Baik masyarakat maupun perusahaan dengan bobot tentunya kapasitas berat,” ujar Arka, Selasa (15/1/2019).

Dengan kondisi tersebut, Kepala Desa Babat ini mengharapkan, pihak perusahaan atau pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan itu. Dan diakuinya bahwa pemerintah Desa Babat sudah melayangkan surat permintaan perbaikan kepada PT Medco yang sering melintasi jembatan itu.

“Kalau sampai ambruk, perekonomian masyarakat akan lumpuh, untuk itu, kami berharap pihak perusahaan untuk secepatnya memperbaiki agar jembatan tersebut bisa tetap dilalui, karena jembatan Itu salah satu akses penyeberangan bagi masyarakat,” tukas Arka Nurawi

Ditempat yang terpisah, sementara itu, Government Relations PT Medco & Energi, Julianto dikonfirmasi terkait ambruknya jembatan penghubung. Ia menyebutkan, bahwa pihaknya telah mengirim pipa besi. Menggunakan mobil untuk memperbaiki jembatan yang berbeda di Desa Babat.

” Kita sudah kirim pipa untuk memperbaiki jebatan itu. Sedangkan untuk pengerjaanya, nanti sudah ada pihak kontraktor yang menyanggupi pemasangan pipa besi itu,” kata Julianto via handphone, selasa (15/1/2015).

Sementara Ketua DPRD PALI Drs. Soemarjono, meminta Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas PU untuk memprogramkan pembangunan jembatan tersebut. Karena menurutnya mengingat jalan itu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Saya minta diprogramkan, kalau terkejar di anggaran induk. Kalau tidak ya, di anggaran perubahan, karena jembatan itu merupakan akses vital masyarakat,” tandas Soemarjono. (SHM/RED)

Loading...

Baca Juga