oleh

Lagi-lagi, 2 Kapal Ikan Asing Tertangkap Illegal Fishing di Laut Natuna Utara

SUARAMERDEKA.ID – Kapal patroli TNI AL kembali menangkap dua kapal ikan asing sedang melakukan illegal fishing di Perairan Landas Kontinen Indonesia Laut Natuna Utara. Kejadian ini merupakan penangkapan ke-3 yang dilakukan oleh patroli TNI AL di tiga minggu terakhir.

Penangkapan ini terjadi pada Kamis (15/10/2020) sekitar pukul 15.30 WIB. KRI John Lie-358 saat melaksanakan patroli rutin di Perairan Natuna Utara mendeteksi dua kapal ikan asing. Dicurigai kapal tersebut melakukan aktifitas menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia. Kapal Patroli TNI AL itu pun mengejar, menghentikan dan memeriksa kedua kapal tersebut.  

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I Laksamana Pertama TNI Dato Rusman menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa kapal ikan asing berbendara Vietnam dengan nama MV Octopus 277 nomor BV 99467 TS. Pada kapal tersebut didapati ABK 16 warga negara asing. Kapal kedua adalah MV Octopus 285 nomor BV 8799 TS dengan 3 ABK warga negara asing termasuk nakhoda didalamnya.

“Diduga kedua kapal tersebut melakukan kegiatan penangkapan ikan secara illegal di perairan ZEE Indonesia,” kata Dato Rusman dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

Komandan Guspurla Koarmada I ini menegaskan, secara rutin TNI AL melakukan patroli penegakan hukum dan kedaulatan di perairan yurisdiksi nasional. Dikatakannya, TNI AL tidak pernah ragu untuk menegakkan hukum seperti pelanggaran IUU fishing dan pelanggaran wilayah.

Sementara itu Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., menyampaikan, peristiwa ini merupakan penangkapan ke-3 yang dilakukan oleh patroli TNI AL Koarmada I di tiga minggu terakhir. Adapun jumlah keseluruhan kapal ikan asing yang telah diamankan sebanyak 5 kapal.

“Walaupun ditengah pandemik Covid-19, Koarmada I terus secara rutin hadir di perairan yurisdiksi nasional. Karena ini merupakan salah satu wujud nyata pertangungjawaban jajaran Koarmada I kepada masyarakat Indonesia. Dalam menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan,” tegasnya

Kedua kapal ikan asing berbendera Vientam beserta 19 ABK dibawa ke Lanal Ranai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dua kapal tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang Perikanan.

“Dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran. Berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal,” pungkas Panglima Koarmada I. (OSY)

Loading...

Baca Juga