oleh

Kapolres Banyuwangi: Tidak Ada Pelicin 500 Juta, Asessment itu Gratis dan Hak Tersangka

SUARAMERDEKA.ID – Tiga orang oknum sempat viral setelah ditangkap Polisi saat sedang pesta narkoba. Salah satunya ada oknum Polisi yang turut terlibat di dalamnya menjadi perhatian publik.

Ketiga tahanan berinisial MN oknum Kepala Desa Satu Kebo Kecamatan Songsorejo, WW yang dikenal sebagai pemain besar baby lobster (BL) dan RS oknum Polisi Polsek Glagah, ini sekarang sudah tidak berada di sel tahanan Polresta Banyuwangi.

Informasi berkembang, tiga oknum pelaku kabarnya telah menyiapkan sejumlah uang pelicin yang nilainya 500 juta rupiah agar bisa keluar guna mendapatkan surat keterangan dokter rumah sakit yang bertujuan agar nanti putusannya ringan.

Rumor tentang keluarnya ketiga orang oknum tahanan itu saat ini berada di Surabaya, dibenarkan Kapolres Banyuwangi, Kombes. Pol. Arman Asmara Syaifudin, SH, Sik. MH.

Menurut Kapolres, ketiga orang oknum tahanan itu telah mengajukan asessment kepada penyidik sesuai aturan perundang undangan.

“Ya benar ketiga pelaku berada di Surabaya dikawal oleh kasat Narkoba,” terang Arman.

Saat di konfirmasi terkait rumor uang 500 juta yang kabarnya menjadi uang pelicin untuk bisa keluar dari tahanan dan sempat disinggung oleh masyarakat, Arman menjawab jika itu tidak ada karena sesuai aturan tidak ada biaya.

“Itu gratis mas, hanya sesuai aturan memang hak tersangka,” tegas Arman AS.

Lajut Arman, menjelaskan jika oknum polisi yang terlibat akan tetap di proses di internal Kepolisian meskipun sudah melakukan Asessment.

“Jadi tetap diproses di internal,” tegas Arman lagi.

Info diterima suaramerdeka.id, telah mendapat kabar jika MN oknum Kades telah melakukan lobi lobi melalui adiknya yang menjabat menjadi anggota DPR RI. Bahkan sehari setelah ditangkap MN juga sempat pulang ke rmhnya dengan dikawal Polisi.

“Iya mas informasi dari Kasat Narkoba yang bersangkutan memohon kepada penyidik untuk menjenguk orang tuanya yang sakit sakitan agar tidak kaget. Sambil berpamitan pergi ke luar kota,” jelas Arman di hadapan sejumlah media, Selasa (20/4/2021).

Polisi berhasil menangkap ketiga orang WW, MN dan RS, tempat kejadian perkara (TKP). Disebuah rumah yang diduga sebagai tempat penampungan Baby lobster. Namun pada saat pengerebegan ketiga orang tersebut didapati sedang pesta narkoba jenis sabu. Sementara bibit baby Lobster yang sedianya dikirim ke beberapa daerah dan negara diantaranya Batam Vietnam dan Singapura tidak ditemukan.

Untuk mempertanggung jawabkan ketiganya langsung diamankan dan digiring ke Polresta Banyuwangi. (BUT).

Loading...

Baca Juga