oleh

Kapolres Muna Benarkan Kasus Wakil Bupati Buton Utara Dilimpahkan ke Kejaksaan

SUARAMERDEKA.ID – Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho membenarkan perkara dengan tersangka Wakil Bupati Buton Utara Ramadio sudah dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan kembali ke pihak kejaksaan. Ramadio menjadi tersangka atas dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur.

Kepastian ini disampaikan Debby saat dihubungi suaramerdeka.id melalui pesan WA, Jumat (18.9.2020). Ia menuturkan, saat ini tersangka dan barang bukti sudah diserahterimakan ke pihak kejaksaan.

“Kami sudah selesai, sekarang tanggung jawab JPU (Jaksa Penuntut Umum-red) Raha. Tahap 2 atau serah terima tersangka dan barang bukti sudah kelar,” kata Kapolres Muna.

Ia menjelaskan, pengiriman tersangka dan barang bukti yang dimaksud dilakukan pada Rabu 16 September 2020  sekitar pukul 13.30 WITA di Kantor Kejari Muna. Penyerahan dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Hamka. Adapun yang menerima adalah JPU dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Jaksa Madya Rahmat yang didampingi oleh Kasi Pidum Kejari Muna Furkon.

Dijelaskan pula, Wakil Bupati Buton Utara tersebut diduga melakukan dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur. Ia dijerat Pasal 81 Ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2014 beserta pasal turunannya.

Ketika ditanya saat diserahkan ke pihak kejaksaan tersangka berstatus ditahan atau tidak, Debby tidak bersedia menjawab. Ia mengatakan, saat ini kasus tersebut bukan lagi berada di ranah kepolisian.

“Itu bukan ranah penyidik menjawab. Karena kewenangan sekarang di JPU Raha,” ujar Kapolres Muna.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Muna Husin Fahmi sudah dihubungi terkait status penahanan Wakil Bupati Buton Utara pada kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Kajari Muna belum menberikan konfirmasi. (OSY)  

Loading...

Baca Juga