oleh

Tagihan Operasi Jantung 10,5 T, Menkes Akan Evaluasi BPJS Kesehatan

SUARAMERDEKA.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menindaklanjuti arahan-arahan yang terjadi diskusi di dalam rapat kabinet. Pasalnya, banyak pelayanan dianggap berlebihan yang tidak sesuai dengan literatur.

“Ya contoh pelayanan jantung sampai 10,5 triliun lho tagihannya. Kemudian adanya review dari jurnal-jurnal yang mengatakan bahwa pengobatan dengan obat-obatan apalagi pencegahan itu tidak lebih. Tidak efisien dibandingkan stent, operasi, dan sebagainya,” kata Menkes kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Program Kesehatan Nasional, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11/2019) sore.

Menkes meyakini, kalau bisa melakukan tindakan medis yang sesuai diagnosa, maka akan terjadi penghematan yang sgnifikan.

“Itu bisa menurunkan mungkin 50%, bayangin banyak lho 10 triliun itu. Kalau bisa turun separuh saja, 5 triliun dihemat,” ucap Menkes.

Terawan menegaskan, kedepan tidakan medis akan dipilah-pilah bersama Direktur Utama BPJS. Mana yang masih di bawah standar, akan dinaikkan. Ia juga mengingatkan, penduduk Indinesia bukan hanya di Jakarta. Namun dari Asmat, Sabang.

“Itu yang harus dilihat. Apakah perlu disana itu didirikan pusat-pusat kesehatan lagi atau bagaimana. Atau sistem rujukan, atau sistem telemedicine, atau bahkan menggunakan alat-alat canggih seperti drone dan sebagainya. Ya nanti kita lihat, kita evaluasi bersama, berdua ini,” tegas Menkes. (AMN)

Loading...

Baca Juga