oleh

Muslimah GPI: Saat Pemda SBB Buat Kebijakan Out of The Box

SUARAMERDEKA.ID – Ketua Muslimah GPI (Gerakan Pemuda Islam) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Syarifah Rahma Al-Hadar meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk membuat kebijakan out of the box. Kebijakan ini dibutuhkan mengingat kondisi kabupaten SBB yang tertinggal di segala bidang dibanding daerah lain di Provinsi Maluku.

Syarifah menjelaskan, dibutuhkan energi ekstra untuk mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain di Provinsi Maluku.

“Kita bisa mencontoh Maluku Tengah yang berhasil di sektor wisata. Maluku Tenggara Juga masuk daerah destinasi wisata selain sektor kelautan. Belum lagi Kota Ambon dengan penggunaan kemajuan teknologi dalam menjalankan sendi pemerintahannya,” katanya saat dihubungi melalui sambungan selular, Rabu (17/2/2021).

Ketua Muslimah GPI SBB ini menambahkan sudah saatnya Kabupaten Seram Bagian Barat mengejar ketertinggalan tersebut.  Pemerintah Daerah (Pemda) SBB harus mengeluarkan ide-ide kreatif untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sudah saat Pemda SBB  melakukan kebijakan yang out of the book, kreatif dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Untuk mempercepat sosialisasi maupun mobilisasi masyarakat,” tegas Syarifah.

Lanjutnya, untuk itu dibutuhkan tenaga dan cara pandang baru yang bisa membawa pemerintahan SBB lebih taktis, cekatan, serta tanggap terhadap perubahan yang ada di era kemajuan teknologi informasi. Menurut Syarifah, karakter ini hanya dipunyai oleh generasi muda yang melek dengan perubahan dan kemajuan yang ada.

Ia menilai, generasi muda inilah yang mengetahui potensi serta persoalan mayoritas warga milenial yang berjumlah hampir 40 persen dari total penduduk SBB. Karena itu, sudah saatnya milenial menjadi lokomotif dalam perjalanan pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat kedepannya.

“Sebenarnya banyak kaum millenial yang pantas menjadi lokomotif tersebut. Namun yang baru terlihat dan juga sudah terjun langsung ke dunia politik. Sebut saja seperti Toraya Samal (Anggota DPR Provinsi Maluku Fraksi PKS-red),” ujar Ketua Muslimah GPI SBB.

Menurutnya, nama tersebut merupakan representasi generasi millenial Perempuan yang telah terbukti berprestasi di bidangnya. Ia menekankan, generasi muda ini perlu didorong dan diberi kesempatan untuk menciptakan sejarah baru untuk  kejayaan Seram Bagian Barat di Provinsi Maluku.

Sementara itu, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) SBB Syarif Hehanussa, pemilih milenial di SBB sulit untuk ditentukan jumlah presentasinya. Pasalnya, bisa saja bersumber dari beberapa unsur termsuk mereka yang masih pelajar.

“Pemilih milenial juga tidak bisa ditentukan berada pada lingkup mahasiswa ataupun pelajar. Karena karakter pemilih yag adalah pada mahasiswa dan juga pelajar tidak juga berkualaitas dalam memilih,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan selular, Senin (15/2/2021)

Dia juga memetakan presentasi kaum Milenial berdasarkan level pendidikan dikisaran 35 persen.

“Namun jika harus dipetakan ada pada mahasiswa dan pelajar maka bisa di tentukan sesuai jemlah mahasiswa dan pelajar mencapai 35 sampai 40 persen untuk pemilih 2019,” sebut Syarif Samal. (OSY)

Loading...