oleh

Oknum Guru Banyuwangi Cukur Rambut Murid Tak Beraturan Hingga Luka

SUARAMERDEKA – Puluhan murid pria SDN 2 Patoman, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami trauma pasca mengalami cukur rambut (dipetal) paksa oleh oknum gurunya. Kejadian ini saat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pencak silat di sekolahnya, Jumat sore (8/3/2019).

Syamsi (10) salah satu murid yang duduk di kelas empat di sekolah itu, hingga kini ia enggan bersekolah. Ia merasa takut dan trauma akibat rambutnya dipetal. Ditambah lagi, akibat cukur rambut paksa yang dilakukan oleh oknum guru tersebut, kulit kepalanya mengalami luka.

Ditemui wartawan, Minggu (10/3/2019), Syamsi mengaku jika ia tidak tahu pasti kesalahanya. Padahal, apa yang diperintahkan oleh gurunya untuk memotong rambut menjadi pendek sudah dilakukan.

“Saya tak tahu salah saya apa. Tahu-tahu saya dan teman teman lainya dipotong seperti ini tak beraturan oleh pak guru,” ucap Syamsi sembari menunjukkan cukur rambut tak beraturan yang terdapat bekas luka akibat gunting.

Ia pun mengaku masih enggan untuk bersekolah. Lantaran trauma dan rasa takut yang menghantuinya pasca kejadian tersebut.

“Saya masih takut untuk masuk sekolah lagi, pak,” katanya.

Sedangkan Tono (40) orang tua Syamsi mengaku taidak menerima atas perlakuan oknum guru tersebut. Bahkan, ia berniat untuk melaporkan kepada pihak berwajib. Jika tidak ada niat baik dan permintaan maaf dari oknum guru tersebut.

“Saya tak terima, masak rambut anak saya sudah pendek dan rapi, dicukur tak beraturan seperti ini. Apa harus saya gundul sekalian?” ucap Tono dengan nada tinggi.

Apalagi, lanjut Tono, anaknya sampai mengalami luka di bagian kepalanya akibat dicukur tak beraturan. Ia merasakesal karena anaknya diperlakukan seperti orang yang melakukan kejahatan.

“Massa kecil saya sekolah di sana tidak pernah saya diperlakukan seperti ini. Seperti diperlakukan kayak maling saja.” ujar Tono.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Patoman Moch. Badil SPd membenarkan kejadian cukur paksa terhadap para siswa didiknya tersebut. Ia mengakui salah satu oknum guru di sekolahanya yang melakukan.Ia secara pribadi sempat meminta kepada oknum guru tersebut untuk menegur supaya merapikan salah satu murid, bukan semuanya.

“Saya kaget ketika mengetahui kabar tersebut. Kok bisa dicukuri seperti itu?” kata Badil.

Para wali murid yang tak terima itupun mendatangi sekolahan pada Jumat magrib (8/3/2019) itu juga. Suasana pun sempat memanas dan tegang, lantaran terdapat salah satu wali murid yang mengamuk. Bahkan sempat diwarnai insiden pemukulan yang dilakukan oleh salah satu wali murid kepada oknum guru tersebut. (BUT)

Loading...

Baca Juga