oleh

Pemuda Namrole Diduga Dipukul Oknum Polisi Hingga Matanya Bengkak

SUARAMERDEKA.ID – Firman Booy, seorang pemuda asal kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan dipukul oleh oknum polisi yang saat kejadian tidak menggunakan baju dinas kepolisian. Ia mengalami bengkak pada bagian mata sebelah kanan hingga disebut tidak dapat melihat dengan normal.

Menurut keterangan salah satu keluarga Firman, Upan Malik Fatsey, akibat pemukulan, pandangan mata kanan Firman menjadi buram. Rencananya keluarga akan membawa Firman ke Maluku untuk pemeriksaan yang lebih spesifik.

“Cita-cita dan masa depan adik kami (Firman Booy-red) ingin menjadi Abdi Negara telah sirna. Akibat matanya rusak dan tak melihat normal lagi,” kata Fatsey kepada suaramerdeka.id melalui percakapan selular, Sabtu (27/2/2021).

Ia pun meenceritakan kronologis kejadian menimpa Firman yang menurutnya terjadi di Desa Kamanglale, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Jumat (26/2/2021) sekitar pukul 24. 00 WIT. Saat itu Firman bersama teman-temannya sedang nongkrong di depan Kantor Bupati Buru Selatan. Entah karena apa, terjadi aksi saling lempar antar sesama teman.

“Dia pung teman satu dapat lempar kanal bahu (satu temannya terkena lempar di bahu kanan-red). Entah itu dari batu atau kayu. Lalu dia antar bale dia pung tamang ini ke saudara pung rumah (lalu Firman antar pulang temannya ke rumah-red). Jarak sekitar 200 – 300 eter dari tempat lokasi kejadian,” tutur Fatsey.

Lanjutnya, firman kemudian balik lagi ke teman-temannya yang sedang nongkrong di depan Kantor Bupati Buru Selatan. Tak berselang lama, lewat sepeda motor yang ditumpangi oleh dua orang yang berpakaian sipil. Keduanya kemudian turun dan mendekat ke kumpulan tersebut sambil meminta untuk berhenti saling lempar. Salah satu diantara pengendara tersebut mengaku sebagai anggota polisi Polsek Namrole.

Fatsey menekankan, saat itu Firman mencoba membantu oknum polisi tersebut dan meminta teman-temannya berhenti saling lempar.

“Jang kamong lempar karena ada polisi,” imbuhnya menirukan Firman.

Menurut Fatsey, sambil meninta teman-temannya untuk berhenti melempar, ia pun mendekati orang yang mengaku dirinya polisi tersebut sambil meminta agar oknum tersebut meninggalkan tempat.

Tiba-tiba, lanjut Fatsey, oknum polisi tersebut terkena lemparan benda keras di pipinya. Oknum tersebut pun terlihat emosi dan bertanya kepada Firman.

“Itu se pung tamang-tamang (itu teman-teman kamu-red). Lalu Firman mengaku “Io (iya-red)”. Mendengar itu, ia memukul Firman, tepatnya di mata bagian kanan sampai mata membengkak,” tegas Fatsey.

Akibat pemukulan tersebut, ujar Fatsey, Firman mengalami luka berat di matanya dan sebagain besar anggota tubuhnya. Ia pun menyesalkan kejadian tersebut, karena menurutnya, pemukulan itersebut tentu tidak manusiawi dan merusak citra kepolisian.

Ia pun meminta Kapolsek Namrole untuk segera mengusut tuntas masalah ini sampai ke akarnya. Oknum polisi tersebut, sebut Fatsey, harus segera diberikan hukuman yang tegas dan dipecat dari anggota satuan kepolisian.

“Kapolres Pulau Buru dan Kapolsek Namrole harus lebih profesional dalam mendidik, membina atau memberikan pendidikan moral terhadap anggotanya sehingga kedepan tidak lagi terjadi masalah seperti ini,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, suaramerdeka.id beberapa kali menghubungi Kanit Provos Polsek Namrole Ido Tanasale. Berdasarkan konfirmasi terakhir, Ido meminta suaramerdeka.id untuk menghubungi atasannya. (SMS)

Loading...

Baca Juga