oleh

Selamatkan Hutan Batang Toru, Bank Of China Stop Funding PLTA

SUARAMERDEKA – Memperingati Hari Bumi Sedunia, penggiat Lingkungan yang mengatasnamakan diri Aliansi Selamatkan Hutan Batang Toru (ASHBT) melakukan aksi kampanye lingkungan. Mereka menyampaikan kepedulian terhadap Hutan Batang Toru yang Harus diselamatkan dari berbagai ancaman kejahatan dan kerusakan lingkungan oleh korporasi.

Penggiat Lingkungan Pinus Tapanuli, KPA Malaka, Rata Bumi, Explore Tabagsel, Tabonai Outdoor melakukan aksi kampanye lingkungan sekaligus pembagian bibit pohon coklat dan manggis kepada masyarakat pengguna jalan di pusat kota, Alun-alun Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Hasil pantauan, ASHBT memulai aksinya di sekitaran alun-alun kota Padangsidimpuan pukul 16.00 WIB. Mereka memakai alat peraga kostum orangutan, topeng orangutan. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan “Tolak PLTA Batang Toru, Bank Of China Stop Funding PLTA Batang Toru“.

Koordinator KPA MALAKA, Sarif Muliadi Musannif Nasution dalam orasinya meminta konsistensi lembaga lingkungan. Lembaga ini harus serius dalam penyelamatan ekosistem di Bumi Tapanuli khususnya.

Salah satunya adalah ekosistem Batang Toru yang perlu dijaga. Lokasi ini merupakan hamparan hutan primer dengan luas 1.400 km persegi di perbatasan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

“Lebih dari 100.000 jiwa menggantungkan kehidupannya pada hutan Batang Toru. Di hulu sungai Batang Toru terdapat sekitar 1.200 Ha lahan pertanian produktif milik masyarakat dan masyarakat adat,” kata Sarif.

Dijelaskan, hutan Batang Toru juga merupakan tempat habitat Orang Hutan Tapanuli, Rangkong Badak. Dan hewan langka yang dilindungi menurut UU Konservasi No. 5 Tahun 1990 tentang keanekaragaman Biodiversiti. Ia merasa khawatir timbul dan dampak akibat pembangunan mega proyek PLTA Batangtoru di landscape hutan Batang Toru.

Lanjut Sarif, Sumber air yang menjadi kebutuhan utama bagi kebutuhan sosial dan ekonomi, Kekayaan alam dan gudang ilmu pengetahuan Batang Toru , keanegaragaman hayati terancam dan akan mengalami kepunahan akibat pembangunan proyek PLTA Batangtoru yang di kerjakan PT. NSHE.

Apalagi lokasi pembangunan Proyek PLTA Batangtoru ini berada dalam garis patahan gempa yang kami khawatirkan pembangunannya menjadi bom waktu dan bencama khususnya bagi masyarakat hilir Batangtoru.

Andika Daulay Koordinator Pinus Tapanuli dalam orasinya, Kita tidak harus berkampanye lingkungan di daerah yang terdampak, tapi kita mempunyai misi sebagai penggiat lingkungan mengkampanyekan kelestarian alam dan lingkungan dimanapun kita berpijak.

Hutan Batang Toru ini memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan merupakan harta karun Provinsi Sumatera Utara, maka dari pada itu, penolakan terhadap perusahaan perusak lingkungan harus di lawan, salah satunya Pembangunan PLTA Batang Toru yang berdampak buruk terhadap keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat, maka pemerintah harus berani mengambil sikap yang tegas untuk segera hentikan Perusahaan perusak lingkungan.

“Sebelum terjadi bencana, sebelum berjatuhan korban jiwa, mari sama-sama kita Jaga Bumi ini, jaga lingkungan dan jaga kehidupan,” tutup andika dengan harap. (EJD)

Loading...

Baca Juga