SUARAMERDEKA.ID – Pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Datuk Ibrahim, menanggapi pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang mengimbau para demonstran agar meneladani Nabi Musa saat menyampaikan kritik kepada Firaun.
Menurut Datuk Ibrahim, pernyataan Menteri Agama yang menyampaikan pesan agar pendemo meniru cara Nabi Musa berbicara santun kepada Firaun justru berpotensi menimbulkan tafsir yang keliru di tengah masyarakat.
“Perbandingan tersebut menurut kami kurang tepat. Jangan sampai muncul anggapan yang menyamakan Presiden Presiden Prabowo Subianto dengan Firaun. Itu adalah perbandingan yang keliru,” Ujar Datuk Ibrahim dalam keterangannya. Jakarta, Senin (15/06/2026).
Ia menilai Firaun dalam ajaran Islam merupakan sosok yang dikenal sebagai penguasa zalim dan mendapat azab, sehingga tidak pantas dijadikan perbandingan yang dapat ditafsirkan mengarah kepada kepala negara saat ini.
“Bagaimana mungkin sosok seperti Firaun yang dikenal sebagai penghuni neraka disamakan dengan Presiden Prabowo. Kami memandang perbandingan itu tidak tepat dan berpotensi menimbulkan polemik,” Katanya.
Lebih lanjut, Datuk Ibrahim menyebut kondisi bangsa saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Karena itu, ia mengingatkan para pejabat negara, khususnya para menteri, agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
“Kami menilai kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi banyak tantangan. Oleh karena itu, kami mengingatkan para pejabat, khususnya para menteri, agar setiap pernyataan yang disampaikan tidak menimbulkan kegaduhan yang pada akhirnya justru menyeret nama baik Presiden terbaik kita Prabowo Subianto” Tegasnya.
Ia berharap seluruh pejabat pemerintah dapat menjaga komunikasi publik secara bijaksana, sehingga setiap pesan yang disampaikan tidak memicu kesalahpahaman maupun perdebatan yang dapat mengganggu kondusivitas di tengah masyarakat. (RED)






