oleh

Korban Penyerobotan Lahan di Riau Minta Keadilan ke Mabes Polri

SUARAMERDEKA.ID – Perwakilan Lembaga Advokasi HAM Internasional Jakarta Risma Sihotang melaporkan dugaan penyerobotan lahan yang terjadi di jalan Sudirman Pekanbaru Riau ke Mabes Polri. Saat ini, diatas lahan yang dilaporkan tersebut berdiri sebuah rumah makan yang bernama Teras Kayu Resto.

Risma datang ke Mabes Polri bersama Zun Khairani Harahap dan Sumarni selaku ahli waris almarhum M Rawi Batubara yang mengaku memiliki lahan tersebut. Hadir pula Ulrikus Laja SH selaku kuasa hukum ahli waris almarhum M Rawi Batubara.

Korban adalah orang yang tanahnya diserobot oleh Mery Gunarti. Lahan tanah milik almarhum M Rawi seluas 4521 meter. Yang saat ini tengah berdiri rumah makan Teras Kayu Resto di Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru Riau Sumatera Selatan terus berlanjut,” kata Risma, Senin (20/1/2020). 

Ia melanjutkan, pihaknya membuat laporan atas dugaan penyerobotan lahan tersebut oleh seorang pengusaha di Riau yang bernama Merry Gunarti. Pengusaha tersebut menempatkan plang di lahan Teras Kayu Resto yang sebenarnya milik korban.

Menurut Risma, seharusnya plang tersebut dipasang di lokasi tanah HGB 332 dan 331. Lokasi tanah yang dimaksud berada sebelah utara dan barat dari lahan ditempati Teras Kayu Resto saat ini. Hal ini mengacu pada gugatan perdata Nomor 303 yang telah disidangkan beberapa kali di Pengadilan Negeri Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  4 Siswa Kapuas Wakili Kalteng ke Tingkat Nasional O2SN dan FLS2N

“Kita telah  melaporkan tindak pidana dengan secara sepihak telah memasang plang oleh Merry Gunarti beserta suaminya. Terhadap sebidang kasus tanah yang notabene itu adalah milik klien kami,” imbuhnya.

Risma menuturkan, sebenarnya lahan tersebut bukan objek yang disengketakan oleh Merry Gunarti. Pihaknya bersengketa dengan PT Surya kencana sejak tahun 1996. Namun pada tahun 2018, Merry Gunarti meletakkan plang yang dirasa Risma tanpa ada dasar yang mengacu pada putusan-putusan sebelumnya.

“Dari tahun tahun 1996 kemana aja dia (Merry-red). Sedangkan dia orang terpandang disana. Merry adalah orang kaya di Pekanbaru dan Merry juga pelaku bisnis yang luar biasa di Pekanbaru. Tetapi ternyata dia menzholimi rakyat kecil seperti klien kita.  Dimana tanah itu milik suaminya dan ayah dari almarhum Rawi Batubara,” tegasnya.

Baca Juga :  Obat AIDS Harga 90 Ribu Kimia Farma Jual ke Pemerintah 402 Ribu

Ulrikus Laja selaku kuasa hukum ahli waris membenarkan bahwa pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri tersebut terkait penyerobotan lahan tanah yang dilakukan oleh Merry Gunarti.

“Merry Gunarti telah melakukan tindakan pidana penggelapan hak. Karena penyerobotan lahan tersebut yang dilakukan olehnya,” ucap Ulrikus.

Ia menjelaskan, lahan tanah yang tengah berdiri rumah makan Teras Kayu Resto saat ini statusnya disewakan. Menurut Ulrikus, pihak Teras Kayu Resto seharusnya membayar sewa lahan tersebut kepada kliennya. Jika ternyata pihak penyewasudah membayar kepada Merry Gunarti, maka sebaiknya diminta kembali dan dibayarkan ke kliennya.

Sementara itu ahli waris M Rawi Batubara, Zun Khairani Harahap meminta agar Merry Gunarti mengembalikan hak tanah mereka.

“Kami telah membuat laporan yang saat ini telah menghadap ke SPKT terhadap kasus ini yang didampingi oleh Rismauli Sihotang Ketua Leadham Internasional Jawa Tengah. Dan besok akan datang ke  SPKT untuk berkonsultasi kembali,” ucap Zun Khairani Harahap. (VIC)

Loading...

Baca Juga