oleh

Mulyanto PKS Wacanakan Revolusi BATAN Dalam Peran dan Fungsi

SUARAMERDEKA.ID – Ramai kasus tercecernya limbah radioaktif di Tangerang Selatan Banten memunculkan wacana Revolusi BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dalam peran kelembagaan. Sudah saatnya Badan Pelaksana ketenaganukliran di Indonesia meningkatkan peran dan fungsinya pada berbagai bidang pembangunan.

Hal ini disampaikan doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Technology Jepang, Mulyanto. Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS ini menegaskan, Batan adalah sebuah badan yang mengkaji pemanfaatan nuklir di Indonesia.

“Sebagai Badan Pelaksana ketenaganukliran di Indonesia sudah sepantasnya peran Batan ditingkatkan dalam melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklir, radiasi dan zat radioaktif pada berbagai bidang pembangunan,” kata Mulyanto, di Gedung Parlemen Senayan, Selasa (18/2/2020).

Hal ini menurutnya sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran. Batan secara kelembagaan harus ditempatkan lebih utuh dan tidak sekadar menjadi lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) IPTEK nuklir.

Baca Juga :  Fraksi PKS: Presiden Jangan Cuma Bisa Jengkel

“Kalau sekedar lembaga litbang, Batan dapat dilebur kedalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN-red). Yang strukturnya kini tengah digodok oleh Menristek,” ujar Mulyanto.

Ia menjelaskan, wacana revolusi Batan ini perlu diseriusi mengingat peran dan fungsi yang diemban. Mulyanto mengingatkan, pemanfaatan nuklir tidak hanya terbatas pada industri saja, namun juga pada segala apek pembangunan.

“Batan memiliki mandat untuk menggencarkan promosi pengembangan tenaga nuklir dan pemanfaatan radiasi dan zat radioaktif dalam berbagai aspek pembangunan. Baik dalam bidang industri, pertanian, kesehatan, pangan maupun energi,” jelas Mulyanto.

Karena itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini menilai, kasus tercecernya limbah radioaktif yang terjadi, seharusnya dijadikan momentum untuk memperbaiki peran dan fungsi kelembagaan Batan. Perbaikan jangan hanya berfokus pada kasus kecil tapi sekaligus untuk meningkatkan peran dan fungsi Batan. Dibutuhkan revolusi Batan dalam peran dan fungsinya agar Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain.

Baca Juga :  PKS: Target 1 Juta BPH, Harus Ada Temuan Besar Blok Minyak Baru

Doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Technology, Jepang ini menegaskan, Batan juga harus aktif melakukan sosialisasi pemanfaatan tenaga nuklir. Sehingga masyarakat paham, tercerahkan serta dapat mempersepsikan secara tepat manfaat nuklir. Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat menerima dan tidak menimbulkan polemik.

“Saat ini sudah banyak negara maju dan berkembang yang memanfaatkan nuklir untuk berbagai keperluan. Indonesia juga harusnya sudah bisa melakukan yang sama. Pemerintah jangan sia-siakan sumber daya yang ada di Batan,” tutup Mulyanto. (OSY)

Loading...

Baca Juga