oleh

Polisi Mesti Kawal Reuni 212, Sebuah Opini Muslim Arbi

Polisi Mesti Kawal Reuni 212. Oleh: Muslim Arbi, Koordinator GarpU (Gerakkan Perubahan)

Polisi mesti kawal acara Reuni 212 yang akan di laksanakan pada Ahad, tanggal 2 Desember 2018 mendatang di Monas. Polisi punya kewajiban untuk mengawal dan menjaga keamanan berlangsungnya acara. Dan keamanan para peserta yang datang dari berbagai Wilayah di Indonesia.

Polisi punya kewajiban konsitusional untuk mengawal setiap anak-anak bangsa. Untuk berkumpul, untuk dapat menjamin berlangsungnya acara Reuni 212 dengan aman, tenang dan lancar. Apalagi acara itu sudah kantongi izin dari pihak kepolisian. Maka wajib hukum nya Polisi menjaga keamanan dan ketertiban acara di maksud.

Dan lagi pula Gubernur DKI, Profesor Dr Anies Baswedan sudah persilahkan Lapangan Monas untuk di pakai oleh Panitia Reuni. Apalagi, acara ini dihadiri oleh tamu-tamu dari muslimin penjuru dunia untuk ikut ramaikan acara tersebut.

Baca Juga :  Republik Indonesia Bab Dua (10): Politik Pintu Terbuka: Invitation to Invide
Acara Reuni 212, tiga hari mendatang ini, adalah juga ajang silaturahmi nasional dan internasional. Dari berbagai kalangan umat muslim dan anak-anak bangsa. Untuk Bangsa dan dunia islam umumnya, dalam pesan-pesan silaturahmi nasional dan internasional.

Polisi tidak perlu kerahkan pasukan dan peralatan besar-besaran. Seolah-olah menciptakan ketegangan dan seperti akan ada perang.

Ingat, ketika acara 212 di lakukan di tahun 2017 lalu. publik dan Kapolri kagum. Karena jutaan orang kumpul, tapi tertib, rapi, aman dan damai. Dan tak ada rumput pun terlukai juga tidak ada sampah yang berserakan. Bahkan umat non muslim lakukan perkawinan di Gereja pun aman, karena di kawal oleh peserta 212.

Baca Juga :  Bebaskan Eggie atau Tangkap Jokowi, Sebuah Opini Muslim Arbi

Oleh karenanya, melalui tulisan, diingatkan agar kepolisian dapat mengawal para peserta yang datang dari dalam negeri atau luar negeri dan menjamin keamanan mereka. Baik peserta yang datang dengan berjalan kaki, naik motor, mobil, bis, kereta api, kapal laut maupun pesawat udara.

Tetapi sebalik, jika pihak kepolisian, menghalangi dan mengintimidasi para peserta. Maka polisi lah penyebab kegaduhan dan ketegengan dan melanggar tupoksi Polisi itu sendiri.

Karena ini adalah Silaturahmi Nasional dan Internasional dari kalangan Umat. Maka selain polisi, dan siapapun, jangan menghalangi-halangi acara tersebut.

Semoga Sukses berlangsung nya acara Reuni 212 ini. Barakallah. Allahu Akbar wa lillahil hamdu. Allahumma shalli ala muhammad wa aalihi.

Loading...

Baca Juga