oleh

Benny K Harman Kurang Paham Reformasi Polri Yang Dijalankan Kapolri

Benny K Harman Kurang Paham Reformasi Polri Yang Dijalankan Kapolri

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti
Koordinator Eksekutif JAKI (Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional)

Pernyataan Benny K Harman, anggota Komisi 3 DPR RI dari Partai Demokrat, saya pikir kurang memahami jalan reformasi yang dijalankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Jadi beliau menyatakan permintaan untuk dinonaktifkan sementara Kapolri Sigit.

Reformasi yang dijalankan oleh Kapolri ini tidak mudah, apalagi tentu juga masih banyak oknum personel Polri yang belum sepenuhnya arah reformasi di Polri. Salah satunya masih ada kekuatan gangster Ferdy Sambo untuk menjadikan Polri sebagai kekuatan politik.

Dan saya yakin, Ferdy Sambo tentu juga punya relasi politik dengan kekuatan politik tertentu. Sehingga memang tidak mudah Pak Kapolri menjalankan reformasi Polri. Namun setiap langkahnya jelas semakin terlihat dan terasa progres. Apalagi dengan partisipasi kelompok masyarakat sipil, Menkopolhukam dan Presiden.

Baca Juga :  Bareskrim Polri, Sebuah Opini Sri Bintang Pamungkas

Berkaca dari kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo ke Brigadir Yosua Hutabarat, rekayasa yang dilakukan oleh Ferdy Sambo memang begitu sistematik.

Namun diujungnya, kita dan masyarakat banyak justru melihat Kapolri dengan Timsusnya mampu meluruskan dugaan kasus yang terjadi di internal Kepolisian. Bahkan mampu melawan rekayasa-rekayasa sistemik dari para konspirator jahat di Polri itu sendiri.

Selain itu para konspirator tersebut telah ditindak, bahkan Ferdy Sambo beserta isterinya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saya ingin menyampaikan bahwa Kapolri beserta Timsusnya, selain sedang menyelesaiakan kasus Ferdy Sambo, akna tetapi juga sedang menjalankan operasi reformasi Polri. Baik secara struktural maupun kultural sesuai style Kapolri Jenderal Sigit, yang membawa program Presisi.

Baca Juga :  Bangsa Yang Dikepung Masalah. Opini Tony Rosyid

Tentu sebagai bagian kelompok masyarakat sipil, kami berharap relasi Polri dengan Masyarakat Sipil semakin diperkuat. Ini adalah bentuk Platform Reformasi Polri mutakhir kekinian yang juga dijalankan hampir diseluruh Negara yang demokratis, yaitu Community Policing. Hal ini disebut juga Reformasi Sektor Keamananbyang substansial. Namun reformasi Polri juga tidak terlepas dari internalisasi Kepolisiannya sendiri untuk perubahan.

Kapolri memilih jalan kultural sebagai jalannya yang dipadukan dengan struktural dalam reformasinya. Dan kasus Ferdy Sambo ini membawa hikmah besar untuk Kepolisian, karena kepala gang kepolisian bayangan di tubuh Polri melakukan tindakan high profile criminal. Yatu pembunuhan berencana.

Loading...

Baca Juga