oleh

Buat Pemuja Atau Penyembah Rezim Presiden Jokowi

Buat Pemuja Atau Penyembah Rezim Presiden Jokowi. Oleh: Malika Dwi AnaPengamat Sosial Politik.

Tidak perlu takut presiden Jokowi diturunkan. Beliau itu kan kuat sekali. Punya banyak pemuja, “die harder”, bolo seabrek, balanya banyak; termasuk aparat kepolisian dan tentu saja media mainstream. Beliau itu sudah menang. Pemenang pemilu versi KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan MK (Mahkamah Konstitusi). Mbok pahamlah bersikap sebagai pemenang.

Takutlah pada kebohongan-kebohongan yang terus dirayakan. Seolah-olah kita ini baik-baik saja. Yang dikerjakan presiden Jokowi hari ini tidak ada di dalam janji kampanyenya; mengebiri KPK, menyodorkan RUU KUHP kepada DPR RI yang diduga mengarah ke totalitarian, tapi kemudian pembahasannya presiden sendiri mintak untuk ditunda dan RUU lain yang merugikan petani dan buruh. Semua ini bertentangan dengan janji kampanye.

Lalu kalian, para pemuja cuma asyik maki-maki: kodran kadrun, Islam radikal, ISIS, Taliban. Polarisasi ini telah membelah masyarakat dan menghilangkan proses berfikir. Mau sampai kapan? Dalam pertarungan propaganda ya tiap orang bebas memilih apa yang dianggap benar, saya paham. Kalian yakin bahwa presiden Jokowi itu suci, murni.., ya monggo saja.

Sekarang ini pilpres sudah kelar. Yang kalian pikirkan seharusnya tentang bagaimana bangsa ini bisa adil, terlindungi dan sejahtera. Tidak bisa dong terus menerus ngasih check kosong ke presiden Jokowi. Menagih janji waktu diselenggarakannya kampanye itu adalah poin penting.

Sampai nanti keadaan ekonomi memburuk, gerakan perlawanan terhadap rezim ya bakal begini terus. Denial terhadap sasaran. Yang salah DPR-nyalah. Salah Menterinyalah. Keliru Polisinyalah… Yang penting tidak nyinggung Jokowi, sesembahan kalian itu. Jadinya ya presiden Jokowi bisa belagak tidak salah apa-apa. “Business as usual…”

Padahal yang penting itu teriakkan ke kupingnya presiden Jokowi dengan pesan yang jelas. Kami kecewa dengan kepemimpinan Bapak dan kami ingin Bapak presiden mengubahnya. Sepanjang Bapak mendengar aspirasi kami ya kami pasang badan. Kalau model yang begini diterusin ya kami mlipir. “For once”, kirim pesan yang jelas pada beliau PYM Jkw. Kami tidak bodoh dan yang kami perjuangkan untuk Indonesia yang lebih baik.

Loading...

Baca Juga