oleh

Bupati Buru Selatan Buka Dzikir Akbar di Pendopo

SUARAMERDEKA.ID – Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa membuka Acara Dzikir Akbar yang berlangsung di halaman Pendopo Bupati Buru Selatan. Pada dzikir akbar ini, ceramah disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru Selatan, Drs. H. Usman Bahta.

“Saya berharap kepada peserta Dzikir Akbar yang hadir, dapat mendengarkan ceramah tersebut dengan serius. Terutama para ibu-ibu yang menjadi guru pertama bagi generasi muda yang hadir pada kegiatan dzikir akbar. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita bersama,” kata Bupati Buru Selatan saat membuka acara, Minggu (6/12/2020).

Sementara itu Drs. H. Usman Bahta, dalam ceramahnya mengatakan, manusia dimuka bumi ini dituntut untuk selalu menuntut ilmu. Pasalnya, untuk mendapatkan dunia harus dengan ilmu, begitu juga untuk mendapatkan akhirat, juga harus dengan ilmu. Bahkan untuk mendapatkan keduanya harus pula dengan ilmu.

“Anak merupakan titipan Allah SWT. Oleh sebab itu, mendidik anak harus diawali dengan memberikan nama yang terbaik. Misalnya, dengan membubuhkan Al-Ma’ul Husna dalam namanya,” tuturnya.

Bupati Buru Selatan Buka Dzikir Akbar di Pendopo

Ia mengingatkan, dalam pendidikan anak, ibu merupakan guru pertama bagi anak. Karena itu, seorang ibu hendaknya selalu menjaga akhlak mulia saat mengandung hingga anak tumbuh dewasa. Sebab menurut Usman, memori anak seperti kaset kosong yang siap merekam apapun yang mereka dengar dan alami.

“Pendidikan anak sangatlah penting. Apabila kita merasa kurang mampu mengajar anak, maka alangkah baiknya anak dititipkan ke fasilitas pendidikan agama, mulai dari PAUD hingga Pondok Pesantren. Terlebih dalam Islam, pendidikan agamalah yang paling baik dibandingkan pendidikan formal,” ujar Usman.

Sebagai contoh, lanjutnya, alangkah bahagianya para orang tua saat meninggal dunia anaknya sendiri yang turun tangan langsung dalam mengurus jenazah. Dengan menyelesaikan fardhu kifayah hingga menjadi imam sholat.

“Ketika anak sudah terdidik dengan agama, tentu masih harus kita pantau pergaulan mereka agar tidak terpengaruh, sebab, sebagian anak sangat mudah terpengaruh dengan teman-teman yang kurang baik. Apalagi, pergaulan anak sangat buruk dewasa ini, ditambah pengaruh penyalahgunaan narkoba semakin besar,” tandasnya. (SAM)

Loading...

Baca Juga