Menurut Saleh, pernyataan Jokowi pasti sudah diperhitungkan, sehingga ia meyakini jika Jokowi menyatakan hal itu bukanlah lelucon politik.
“Pernyataan dukungan dari pak Presiden Jokowi tentu bukanlah sebuah pernyataan lelucon politik, akan tetapi tentu berdasarkan alasan yang sudah diperhitungkan oleh Jokowi,” jelas Saleh
Ia menuturkan, pernyataan Jokowi tersebut sangat beralasan mengingat rekam jejak dan pengalaman Prof. Yusril sebagai ahli hukum tata negara sekaligus negarawan yang pernah terlibat aktif dalam pemerintahan baik di era Pak Harto, Gusdur, Megawati dan Susilo Bambang Yudono,
“Apalagi secara ideologi historis, Jokowi adalah kader terbaik dari PDIP, kita tahu bahwa PDIP adalah partai pewaris dan pelanjut perjuangan idiologi Partai Nasionalis Indonesia (PNI) dimana tokoh sentral PNI saat itu adalah Soekarno,” kenang Saleh
Sementara, tambah Saleh, Prof Yusril adalah tokoh sentral PBB dimana PBB merupakan pelanjut garis ideologi politik Masyumi.
“dimasa lalu PNI dan Masyumi pernah berkoalisi dalam pemerintahan di masa orde lama. Jadi pernyataan Jokowi adalah sebuah sinyalemen politik bahwa PDIP dan PBB akan berkoalisi dalam pilpres 2024. Sebagai kader tentu saya akan fatsun pada koalisi tersebut,” tandas Saleh. (SAM)






