oleh

Jamran Dukung GPI Pilih Pemimpin Baru Melalui Muktamar Luar Biasa

SUARAMERDEKA.ID – Senior Gerakan Pemuda Islam (GPI) berharap, dengan Muktamar Luar Biasa akan muncul pemimpin baru yang mampu membawa perubahan untuk memperbaiki kondisi organisasi. Dengan Milad yang ke-75 tahun, diharapkan pula para kader mampu membuat terobosan baru yang mampu melambungkan kembali nama besar organisasi kepemudaan (OKP) Islam ini ke masa keemasan.

Demikian dikatakan Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, Jamran, saat ditemui disela pembukaan Muktamar Luar Biasa dan Milad GPI ke-75. Acara tersebut diadakan selama 3 hari (2-4/10/2020) di Grand Cempaka Resort & Convention kawasan Puncak kabupaten Bogor Jawa Barat.

Saya berharap dari GPI ini lahir pemuda-pemuda yang mewakili pemuda di era milenial yang mampu membuat terobosan yang bisa mengangkat prestasi membawa nama GPI,” kata Jamran di sela acara, Jumat (2/10/2020).

Ia mengingatkan, pada OKP ini melekat nama agama yang menjadi mayoritas di Indonesia. Karenanya, diperlukan terobosan-terobosan baru agar nama GPI tetap bergaung di masyarakat.

“GPI ini yang saya takutkan itu belakangnya ini loh. Simbol Islamnya itu kan. Ini yang saya khawatirkan. Kalau sampai GPI tdak bisa membawa terobosan yang baru di jaman sekarang, nanti ormas ini atau lembaga ini tidak dipandang orang,” tegas Sekum KONI DKI Jakarta ini.

Jamran pun berharap GPI mampu memberikan kontribusi di seluruh wilayah Indonesia. Mampu melakukan pendekatan kepada birokrasi, rakyat, memberikan sumbangsih pemikiran dan hal positif lainnya. Dengan demikian, GPI bisa menjadi yang terdepan dan mampu membawa nama baik lembaga dan membawa nama baik Islam.

“Harusnya eksistensi GPI tambah cerah. Karena di setiap jaman itu akan lahir pemuda-pemuda yang mampu membawa nuansa perubahan di sekitarnya. Itu yang akan mempunyai arti. Apalagi usia 75 tahun ini usa yang lebih dari setengah abad mau masuk satu abad. Saya rasa mulai lah saat ini GPI mampu memberikan terobosan-terobosan baru. Mampu melahrkan kader-kader yang bisa membawa nama baik bangsa dan negara, khususnya GPI,” harapnya.

Sekum KONI DKI Jakarta ini mengaku prihatin saat mengetahui di usia organisasi yang sudah mencapai 75 ini, GPI sempat mengalami kevakuman. Jamran menuturkan, masa kepengurusan di pimpinan pusat (PP) GPI adalah 3 tahun. Menurutnya, berdasarkan AD/ART, seharusnya sudah terjadi pergantian kepengurusan pada 3 tahun yang lalu.

Karenanya, Jamran mengapresiasi adanya upaya yang ingin melakukan perubahan tersebut pada momen milad ke-75 ini dengan mengadakan muktamar luar biasa. Ia pun menyebut upaya yang dilakukan oleh kader GPI ini adalah kenekatan para kader yang ngin adanya perubahan walau di tengah kondisi pandemi covid-19.

“Menurut saya kenekatan pemuda ya. Kenekatan ini, dengan kondisi pandemi ini ingin melakukan perubahan untuk memperbaiki keadaan GPI, saya rasa saya salut. Dan mudah-mudahan juga yang hadr di sini menghargai kerja keras pengurus, panitia, steering comitte dan sebagainya. Yang punya niat baik melakukan perubahan untuk membawa nama baik dari lembaga ini,” tegasnya.

Ia pun berharap kader agar mengerti kondisi yang terjadi dan berharap pada struktur kepemimpinan baru, hal seperti itu tidak terjadi lagi. Jamran juga mewacanakan untuk mengkaji kembali lama masa jabatan PP GPI yang ada.

“Saya berharap jangan sampai kejadian ini terulang dan pahami lah organisasi ini. Atau kalau 3 tahun terlalu pendek waktunya untuk berkarya, ya ditambah lagi saja di AD/ART-nya. Empat atau lima tahun atau dipertimbangkanlah bagaimana baiknya,” ujar Jamran.

Ia mengakui, siapapun yang akan terpilih menjadi pemimpin baru di PP GPI, akan sulit untuk mengembalikan kejayaan organisasi dalam waktu cepat. Namun ia meyakini, jika hal itu bukanlah mustahil jika didasari dengan semangat untuk mengembalikan martabat GPI.

“Ini agak sulit. Karena ormas tertua mengalami kevakuman. Itu tongkat estafetnya sangat berat. Tapi bagaimana pun, dia (pemimpin baru) pasti mampu menghdupkan kembali GPI di tingkat nasional. Dengan mengangkat semangat dan martabat,” tutup Jamran. (OSY)   

Loading...

Baca Juga