oleh

Jokowi Berakhir, Beban Berat Menanti. Indonesia Butuh Pemimpin Pemersatu dan Revolusioner !

Jokowi Berakhir, Beban Berat Menanti. Indonesia Butuh Pemimpin Pemersatu dan Revolusioner !

Oleh: Adi Kurniawan (Ketua Umum BaraNusa).

Meski masih beberapa tahun lagi, suasana Pemilu tahun 2024 tampaknya sudah mulai panas. Bahkan, masing-masing partai politik yang dinilai menjadi mesin utama pun sudah mulai melakukan penjajakan dan melakukan komunikasi politik mengenai pembentukan koalisi.

Hal tersebut dipicu akibat munculnya sejumlah tokoh yang mulai beredar, seperti diantaranya Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Ketua DPR RI, Puan Maharani, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno, Menteri BUMN, Erick Thohir, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Ketua DPD RI, La Nyalla, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah, Mantan Menko Maritim, Rizal Ramli, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Sebelum kita semua berbicara soal pemilu 2024 mendatang. Sangat penting bagi kita semua sebelumnya mengkritisi dan mengevaluasi perjalanan pemerintahan Jokowi selama berkuasa. Sebab akan banyak persoalan yang justru bisa jadi akan menambah beban berat yang bakal ditinggalkan Jokowi bagi perjalanan Indonesia ke depan. Dan tentunya bakal menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang rumit bagi calon pengganti Jokowi selanjutnya.

Pemerintahan Jokowi selama tujuh tahun berkuasa belakangan ini diperhatikan lebih banyak mengalami kemunduran terutama di bidang ekonomi. Selain utang negara yang membengkak, kemerosotan pembangunan ekonomi di era kepemimpinan Jokowi ini juga tidak sesuai terhadap apa yang dijanjikan bahkan jauh dari apa yang diucapkan pada masa kampanye saat itu. Padahal, pembangunan infrastruktur seperti Tol, Bandara, Pelabuhan dan lain-lain terus digalakkan.

Di era pemerintahan Jokowi, persatuan rakyat juga semakin terancam dan semakin mengkhawatirkan. Kehidupan rakyat sejak pilpres 2014 ini juga semakin tidak rukun, semakin tidak harmonis dan tidak tentram karena terus disodorkan berbagai isu yang memecah belah mulai dari isu Agama hingga isu pertarungan ideologi yang sesungguhnya justru melemahkan pertahanan negara dari luar-dalam. Bahkan parahnya, isu-isu tersebut sengaja diciptakan lewat perantara buzzer-buzzer bayaran yang memang sengaja dibentuk bahkan sengaja dibiarkan memprovokasi kerukunan sesama anak bangsa.

Penegakan hukum juga lemah, bahkan sangat sering di pemerintahan Jokowi ini terjadi skandal Mega korupsi. Termasuk kasus jual-beli jabatan di tubuh kementerian dan lembaga pemerintah lainnya. Ditambah sekarang muncul dugaan gaji 97 ribu PNS fiktif.

_Bagaimana tidak lemah, wong benteng anti korupsinya (KPK) saja terus dibiarkan gaduh dan tidak fokus menjalankan agenda pemberantasan korupsi. Belum lagi dengan sikap penegak hukumnya yang hanya tumpul ke atas namun tajam ke bawah._

Baca Juga :  Legenda Hidup Persija dan Timnas Indonesia Dukung Jokowi-Makruf

Belum lagi persoalan covid-19 yang sudah hampir dua tahun ini belum juga kelar dah terus melonjak setiap harinya. Padahal anggaran besar sebanyak 700 triliun sudah digelontorkan. Bahkan parahnya, anggaran tersebut dijadikan Bancakan ketika rakyat sedang kesulitan menghadapi dampak ekonomi yang disebabkan persoalan itu seperti bantuan sosial misalnya. Sungguh sangat miris.

Tampaknya Pemerintahan Jokowi bakal mewarisi beban berat diakhir masa jabatannya nanti bagi penggantinya kelak. Jika sampai akhir masa jabatan Jokowi tidak mampu mengubahnya, sangat sulit bagi rakyat Indonesia menghadapi persoalan tersebut jika tidak dipimpin oleh tokoh yang revolusioner. Elektabilitas tidak cukup jika tidak Yang mengerti dan paham soal pembangunan negara, soal bagaimana mengembalikan persatuan rakyat, soal menciptakan kesejahteraan rakyat dan bagaimana menghadapi tekanan global.

Lalu siapakah yang layak gantikan Jokowi di akhir masa jabatannya?

Melihat uraian tersebut, sudah cukup jelas bagi Indonesia ke depan, bagi keberlangsungan hidup rakyat mendatang. Apabila hal tersebut terus dibiarkan atau bahkan kembali dipimpin oleh orang yang salah. Maka bisa dipastikan Indonesia ke depan akan mendapat masalah besar yang bakal sulit untuk diperbaiki.

Sebagai jalan perubahan bagi Indonesia, sebagai pengganti Jokowi nanti. Rakyat tidak hanya butuh sosok populer dengan elektabilitas tinggi. Tapi juga harus mampu merajut kembali persatuan yang retak dan juga dapat membangkitkan gairah pembangunan ekonomi demi cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni menuju Indonesia yang adil, sejahtera dan makmur. Siapakah orang tersebut?

Dari hasil diskusi dan perhitungan para relawan yang berada dalam BaraNusa. Kami telah menyepakati beberapa sosok yang akan kita dorong sebagai pemimpin pengganti Jokowi. Diantaranya adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil.

Menurut kami, keempat nama tersebut patut dipertimbangkan lantaran selain potensial mampu mengubah kondisi Indonesia. Nama-nama tersebut juga diyakini mampu membangkitkan perekonomian nasional serta mampu menjadi pemersatu dalam retaknya bangsa Indonesia yang diakibatkan oleh pemilu sebelumnya.

Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto (AH) adalah seorang ketua Umum partai besar berlatar belakang pengusaha yang memiliki seorang kakek mantan pejuang kemerdekaan asal Sukabumi, Jawa Barat.

Airlangga juga saat ini masih menjabat sebagai Menko Perekonomian di Kabinet yang dipimpin oleh Jokowi. Bahkan ia sendiri berhasil melewati dua periode kepemimpinan Jokowi sebagai menteri. Ia juga pernah menjabat sebelumnya sebagai Anggota DPR RI. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Diyakini Airlangga mampu menjawab persoalan-persoalan ekonomi negara jika ia menjabat sebagai baik Presiden maupun wakil presiden mendatang.

Baca Juga :  Presiden RI dan Ketum DPP Santri Tani NU Berdialog Singkat Disela Kunjungan Kerja di Pekanbaru

Anies Baswedan

Anies Baswedan (AB) adalah seorang akademisi yang memiliki intelektualitas yang tinggi. Anies merupakan cucu seorang pejuang kemerdekaan republik Indonesia bernama Abdurrahman Baswedan. Ia menginisiasi Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun. Ia pernah menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan di Kabinet Kerja pada tahun 2014 lalu kena reshuffle pada tahun 2016.

Anies bersama Sandiaga Uno memenangkan Pilkada DKI pada tahun 2017 dan sekarang ia memimpin Jakarta menjadi gubernur. Sejak menjabat sebagai gubernur, Jakarta sejak dipimpin Anies Baswedan terasa lebih sejuk dan tidak gaduh berbeda dengan saat Ahok yang memimpin. Pembangunan juga jalan meski terlihat lebih lambat dari sebelumnya. Tapi menurut kami, itulah lebih baik rakyat nyaman ketimbang pembangunan yang cepat tapi mengorbankan rakyat. Hutang banyak namun hasilnya untuk rakyat justru nihil dan bahkan marak korupsi dalam sebuah pembangunan.

Jika ia menjabat sebagai presiden atau wakil presiden. Kemungkinan besar negara tidak akan gaduh seperti sekarang ini.

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil (RK) adalah seorang arsitek yang saat ini menjabat sebagai gubernur Jawa Barat. Popularitas RK sendiri meningkat saat memimpin Kota Bandung selama dua periode menjadi walikota. Saat menjabat sebagai walikota di Kota Bandung, RK mencetak banyak prestasi. Sejumlah penghargaan juga diraihnya saat menjadi gubernur di Jawa Barat terakhir Jawa Barat telah mendapatkan penghargaan tertinggi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK untuk yang kesepuluh kali secara berturut-turut. Artinya, RK sendiri memiliki peluang menjadi calon pemimpin masa depan yang mampu mengubah wajah Indonesia, mampu membangkitkan gairah pembangunan Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Ketiga nama tokoh tersebut kami kira sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai sosok calon pemimpin masa depan pengganti Jokowi di akhir masa jabatannya. Jika dilihat dari perjalanan Pemerintahan Jokowi yang saat ini sedang berjalan. Kita perlu sosok pemimpin yang kuat dalam memimpin, tapi juga harus mampu membawa perubahan bagi Indonesia ke depan. Bisa membangkitkan kondisi ekonomi negara dari keterpurukan serta dapat menyatukan semua pihak dalam melaksanakan tugas pembangunan. Tidak hanya menghargai demokrasi, ia juga harus bisa menerima kritikan juga saran dari masyarakat. Tidak reaktif terhadap protes masyarakat dengan melakukan pembungkaman melalui penangkapan dan cara bully buzzer yang disiapkan.

Semoga Indonesia ke depan mampu bangkit dan bersatu dengan di isi oleh orang-orang yang benar dan serius membangun negara. Amin.

Loading...

Baca Juga