oleh

Komisi XI Jangan Mendaur Ulang Caleg-Caleg Afkiran untuk BPK

Komisi XI Jangan Mendaur Ulang Caleg-Caleg Afkiran untuk BPK. Oleh: Muslim Arbi, Gerakan Perubahan.

Dalam waktu dekat, Komisi XI akan menggelar sidang untuk memilih Anggota BPK periode 2019-2024.

Komisi XI jangan mendaur ulang sejumlah anggota dewan yang gagal di daerah pemilihannya lalu mau menjadi anggota BPK. Apalagi sejumlah caleg gagal itu ngotot mau duduk di BPK.

Komisi XI perlu pertajam mata dhohir dan mata bathin nya untuk menelusuri rekam jejak sejumlah Caleg gagal yang direkomendasikan oleh partai-partai mereka.

Sejumlah nama seperti Daniel dan Lius di sorot tajam Publik dan aktifis kritis yang kenal kedua Caleg gagal di dapil nya masing-masing. Daniel di Dapil VII Jabar dan Pius di NTT.

Lagian Daniel yang di rekomendasikan oleh PDIP itu kan basicnya elektro, ko mau masuk di BPK. Salah kamar sekali sejumlah aktifis yang kenal Daniel yang dekat dengan Puan itu. Dan dikenal sebagai teman “minum” nya.

Lain lagi dengan, Pius Lustrilanang, tahun 2014 lalu, nama santer disebut media dan di Sidang Pengadilan, terkait Rencana Pembangunan Gedung DPR yang gagal itu. Pius oleh Mantan Bos Adhi Karya menudingnya menerima bon saat persidangan kala itu.

Yang mengherankan, sejumlah kalangan termasuk kawan-kawan aktifis, ko seperti Daniel dan Pius di rekomwndasikan oleh Partainya.

Maka jangan heran mesranya PDIP-Gerindra setelah acara Nasi Goreng Megawati-Prabowo, banyak dikritik aktifis termasuk mendapat reaksi dari Nasdem yang sebelumnya adalah kawanan koalisi dukung Jokowi sejak 2014.

Seperti nya musuh bebuyutan PDIP vs Gerindra saat usung Jokowi-Makruf lawan Probowo-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu, yang sekarang sudah menjadi mesra, merambah ke mana-mana termasuk ke BPK. Janganlah BPK sebagai lembaga auditor negara ini diisi oleh orang-orang yang bawa misi dan kepentingan politik. BPK pasti tersandera oleh manuver partai dan kader-kader yang gagal itu.

Sudah saatnya Megawati dan Prabowo tidak intervensi komisi XI untuk dapat memilih dan menentukan calon-calon terbaik untuk menempati pos di BPK. Apa jadinya BPK, diisi apalagi dipimpin oleh kader-kader partai yang gagal dan bermasalah di masa lalu.

BPK kedepan janganlah tersandera oleh partai dan kader-kader partai untuk mengamankan kepentingan mereka. Apalagi PDIP dikenal publik sebagai partai jagoan korupsi. Karena banyak kadernya yang di cokok dan OTT KPK.

Loading...

Baca Juga