oleh

Murai Ahmad, Kades Gumirih Terpilih Dilaporkan ke Kejari Banyuwangi

SUARAMERDEKA.ID – Kepala Desa Gumirih terpilih, Murai Ahmad, Senin (28/10/2019) resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi, atas dugaan melakukan penyelewengan Dana  Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan dana hibah KONI dengan dugaan kerugian negara senilai ratusan hampir 500 juta rupiah.

Komunitas Pejuang Jalanan (KPJ) Merah Putih, Yunus Wahyudi, menyebut dirinya mewakili beberapa LSM lainnya melaporkan Murai Ahmad. Dia menyebut ada dugaan penyelewengan dana ADD, DD, dana dari bengkok Desa, dan dana KONI.

“Korupsi yang dilakukan ini diduga dilakukan selama periode tahun 2016, 2017, 2018 termasuk 2019 nanti. Murai sudah diaudit inspektorat bahwa dia harus mengembalikan uang sekian ratus juta,” kata Yunus, dihadapan awak media usai menyerahkan laporan yang di terima Kasi Intelijen, Bagus.

Lanjut Yunus, seharusnya ketika tidak bisa mengembalikan dana sesuai rekomendasi dari inspektorat tersebut Murai tidak bisa mengikuti pemilihan kepala desa. Namun ternyata Murai Ahmad tetap melenggang lolos dalam pemilihan Kepala Desa Gumirih awal Oktober lalu, dan terpilih kembali.

Dalam laporan yang disampaikan Yunus Wahyudi, akrab di sapa activis Harimau Blambangan, ada beberapa dugaan proyek diselewengkan antara lain pembangunan lokasi makam senilai Rp 42 juta. Anggarannya berasal dari sumbangan masyarakat. Namun dalam laporan, dananya disebut bersumber dari DD secara keseluruhan. Pembangunan Balai Desa Gayamtoro senilai Rp 140 juta diduga diselewengkan sebesar Rp 70 juta. Dugaan penyelewengan dana KONI senilai Rp 129 juta untuk pembangunan  tribun dan  lapangan. Pembangunan tersebut diduga hanya menelan dana senilai Rp 50 juta.

Murai Ahmad, Kades Gumirih Terpilih Dilaporkan ke Kejari Banyuwangi
Bukti satu berkas usai melaporkan ke Kejari Banyuwangi.

Secara terpisah, Mantan Ketua KONI Michael Edi Hariyanto saat dikonfermasi via telefon selulernya terkait bantuan dana KOMI untuk desa Gumirih, menyangkal.

“Saya selama jadi Ketua KONI Banyuwangi tidak pernah memberi dana bantuan hibah pada desa – desa. Kecuali pada Cabor. Dana hibah KONI dimaksud itu, dana hibah KONI Pusat di distribusi di desa – desa,” jelas Michael.

Kasi Intel Kejari Banyuwangi Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, mengatakan, laporan sudah saya terima. Selanjutnya laporan itu akan disampaikan kepada Kajari, secara resmi. Dan perkara ini nanti akan ditangani Seksi Pidana Khusus ( Pidsus ),” kata Bagus.

“Yang dilaporkan Kedes, atas nama Murai Ahmad. Jadi yang dilaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi. Dugaan kerugian negara yang disampaikan pelapor sekitar Rp 500 juta,” kata Bagus, sapaan akrab Kasi Intel Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro.

Murai Ahmad saat ditemui suaramerdeka.id, membenarkan kalau dirinya dilaporkan di Kejaksaan tadi siang.

” ya saya dengar dan tau kalau Senin siang tadi saya dilaporkan KPJ Merah Putih di Kejaksaan. Ya gimana lagi. Toh saya sudah mengembalikan dana negara yang disebut, sesuai temuan inspektorat. Dan saya Cakades Petahana Desa Gumirih yang kini terpilih kembali pada Pilkades lalu. Ya saya mengikuti saja atas laporan KPJ di Kejari Banyuwangi,” jelas Murai Ahmad. (BUT)

Loading...

Baca Juga