oleh

Peringati HUT IMI ke-118 Tahun, Ketum IMI Bamsoet Berikan Santunan Anak Yatim

SUARAMERDEKA.ID – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menuturkan diusianya ke-118 tahun, IMI akan terus menjadi wadah para pecinta otomotif yang memiliki visi dan misi bersama mengoptimalkan potensi IMI dengan semangat “Standing & Growing Together”. IMI juga akan terus mengembangkan kualitas olahraga otomotif Indonesia. Termasuk, mencetak para atlet otomotif Indonesia berprestasi dikancah nasional maupun internasional.

“Untuk sebuah organisasi, dapat tetap eksis dan bertahan hingga usia 118 tahun, tentunya sebuah pencapaian yang luar biasa. Kita bersyukur organisasi IMI telah berhasil melampaui serangkaian periodisasi zaman yang penuh dengan tantangan dan dinamika perjalanan sejarah. Bahkan perjalanan sejarah IMI, jauh lebih tua dibandingkan dengan usia Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945,” ujar Bamsoet dalam Peringatan HUT IMI ke-118 tahun sekaligus santunan kepada anak yatim di Kantor IMI Pusat Jakarta, Rabu (27/3/24).

Hadir Pengurus IMI Pusat antara lain Wakil Ketua Umum Sadikin Aksa, Ananda Mikola, Irvan Bahran dan Junaidi Elvis, Badan Pengawas Jeffrey JP, Deputi Sepeda Motor Eddy Saputra, Direktur Organisasi dan Kelembagaan Nasrul Fuad, Komisi Sosial Brigjen (Pol) Putu Putra Sadana, Komisi Medis Zaini Hamzah, Hubungan Antar Lembaga Erwin MP serta Komunikasi dan Media Sosial Dwi Nugroho.

Baca Juga :  Jangan Asal Omong Soal Larangan Natal di Dharmasraya

Turut hadir pula Ketua IMI Kepri Riski Faisal, Ketua IMI Kalimantan Timur Narto Bulang, Ketua IMI Kalimantan Selatan Edi Sudarmadi, Ketua IMI Jawa Tengah Frits Johanes, Ketua IMI Jambi Guntur Muchtar dan Ketua IMI Papua Abisai Rollo

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan menjelaskan, Ikatan Motor Indonesia pada awalnya bernama Javache Motor Club. Didirikan pada tanggal 27 Maret 1906 oleh para ambteenare/pegawai negeri, saat itu antara lain Raden Mat Said Kertoatmodjo, Raden Soedarman, dan Raden Soekandar, serta berkantor untuk pertama kalinya di Semarang, Jawa Tengah.

Seiring waktu berjalan, Javache Motor Club mengalami perubahan nama menjadi Het Koningklije Nederlands Indische Motor Club (KNIMC). KNIMC kembali mengalami perubahan nama menjadi Indonesische Motor Club (IMC) hingga penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada pemerintah Indonesia.

“Saat IMC diambil alih oleh pemerintah Indonesia, nama IMC pun diganti menjadi Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang digunakan hingga sekarang.
Pembentukan IMI sendiri telah mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari berbagai badan Internasional, yaitu AIT, FIA, OTA hingga FIM,” kata Bamsoet.

Baca Juga :  Trauma Healing Anak-Anak Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura

Ketua Dewan Pembina berbagai club otomotif nasional dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini memaparkan, pada tahun 2024 ini, IMI akan menggelar berbagai event otomotif, baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Antara lain Kejurnas Mandalika Racing Series, Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISOM), Kejuaraan Nasional Drag Race, Kejuaraan Nasional E-shark Rok Cup Indonesia, FIM Mini-GP Indonesia Series (Road to Moto-GP), Kejurnas Aquabike Indonesian Championship, Aquabike World Championship 2024 dan berbagai event otomotif lainnya.

“Selain mengkoordinir penyelenggaraan berbagai event otomotif di tanah air, IMI juga telah melakukan berbagai penataan organisasi, antara lain melalui forum Rakornis, Rakernas, dan Munaslub IMI. Melalui penyelenggaraan forum resmi organisasi tersebut, IMI pada awal tahun ini telah mengesahkan berbagai kalender event balap motor dan balap mobil. IMI juga telah menyempurnakan peraturan AD-ART organisasi IMI agar sesuai dengan dinamika maupun kebutuhan organisasi IMI yang semakin berkembang,” pungkas Bamsoet. (RED).

Loading...