oleh

Perjuangan Kemanusiaan JAKI dalam Politik Rakyat Nasional dan Internasional

Perjuangan Kemanusiaan JAKI dalam Politik Rakyat Nasional dan Internasional. Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti, Koordinator Eksekutif JAKI, Ketua I Sekretariat Nasional Kampanye UNWCI Indonesia.

Hubungan politik JAKI dengan Democracy Without Borders, dimana merupakan mitra dari Organisasi Tua, World Federalist Movement dengan pendukung awalnya sejak berdiri 1930an, termasuk Albert Einstein , Mahatma Gandhi , Martin Luther King Jr. , Rosika Schwimmer , Albert Camus , Winston Churchill , Garry Davis , Emery Reves , Wendell Willkie , Jawaharlal Nehru , EB Whitedan Lola Maverick Lloyd dan melalui Altiero Spinelli berhasil mendirikan Uni Eropa, bukan suatu hubungan politik yang sempit dan dadakan.

Tapi di dasari gagasan dan sejarah perjuangan yang membawa misi sama, untuk mengangkat kedaulatan rakyat dengan didasari kemanusiaan, keadilan dan keamanan untuk mereformasi PBB. Dan di Indonesia, sendiri perjuangan ini akan membawa Negara untuk tunduk pada Pembukaan UUD 45 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Dan ini juga meneruskan sejarah nasional Nusantara, Indonesia dalam konteks kekiniannya melalui proses dinamika yang berliku dan penuh gelombang. Demi sebuah rekonsiliasi sejarah kemanusiaan dalam Republik di tingkat lokal, nasional dan global.

Sebelum menuju ke relasi solid antara JAKI dan Democracy Without Borders, JAKI merupakan anggota aliansi Civicus Global Alliance yang merupakan mitra solid dari Freedom House.

JAKI berkali-kali berkomunikasi dengan Civicus dan ternyata Civicus berpandangan sama, tentang bagaimana Hak-Hak Rakyat dapat direpresentasikan secara langsung dalam PBB.

Hal ini sangat penting, karena perwakilan Pemerintah dalam PBB memiliki keterbatasan.

JAKI pada awal berdirinya 2019 juga menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia (untuk dukungan keterlibatan dalam Koalisi untuk International Criminal Court), Kantor Kepresidenan Amerika Serikat, Kantor Kepresidenan Rusia, Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Komunikasi antara Amerika Serikat dan Rusia untuk menegosiasikan agar kepentingan Negara Cina tidak menghegemoni secara politik dan intelijen yang mengganggu kondisi kemanusiaan di Indonesia dengan intervensi berlebihan di Indonesia.

Oleh karena itu komunikasi dengan pihak-pihak yang bisa mereduksi dominasi Cina di Indonesia sangat penting. JAKI ingin Rakyat berdaulat dengan prinsip dasar Kemanusiaan dan Keadilan Sosial secara demokratis di Indonesia. Dan Pembukaan UUD 45 sebagai manifesto Indonesia dapat dijalankan oleh Negara, dimana rakyat sebagai pemiliknya yang sah.

Dari proses hubungan internasional antar jaringan ini, dengan berjalannya waktu, arah perjalanan JAKI dengan aliansi bersama Democracy Without Borders dan juga Civicus mengerucut pada Kesepakatan dibentuknya Badan Partisipasi Warga Dunia PBB (UNWCI) sekaligus Majelis Parlemen PBB (UNPA) untuk ditetapkan sebagai Badan dan Majelis Tetap di PBB. Kampanye UNWCI baru di launching pada November 2019, sedangkan gagasan UNPA telah diangkat sejak berdirinya Liga Bangsa-Bangsa 1920an.

Dan diawali mandat ke JAKI untuk mendirikan Kampanye Nasional untuk UNWCI dan UNPA Indonesia oleh Democracy Without Borders, lalu JAKI bersama Indonesian Club mendirikan Sekretariat Kampanye Nasional UNWCI di Indonesia, tidak lama lagi UNPA Kampanye didirikan se Indonesia. Dan saat ini telah diikuti oleh banyak kelompok masyarakat sipil yang aktif, didahului IDe lalu ikut bergabung Posko Rakyat, Front Kekuatan Rakyat, Front Nelayan Indonesia, Dewan Warga Surabaya dan akan diikuti lebih banyak lagi ke depan.

Adalah saat waktu yang tepat pada Oktober 2020, Majelis Umum PBB menetapkan UNWCI dan UNPA sebagai Badan dan Majelis Tetap di PBB.

Dengan kedaulatan rakyat di representasikan langsung di PBB dan secara langsung di Indonesia, Kedaulatan Rakyat dapat tegak sesuai Pembukaan UUD 45. Maka perdamaian abadi, kemanusiaan dan keadilan menjadi hidup dalam Tatanan Rakyat dan Negara di Indonesia sekaligus dalam kerjasama internasionalnya. Untuk menuju itu, tentu solidaritas rakyat di seluruh dunia membutuhkan kekuatan bersama. Kekuatan yang dimaksud adalah dalam hal praktek-praktek kemanusiaan dan keadilan di segala bidang kehidupan manusia.

Loading...

Baca Juga