oleh

Pupuk Langka, Relawan Jokowi Ajak Petani Demo di Istana Negara

SUARAMERDEKA.ID – Kelompok Relawan Jokowi Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) meminta Presiden segera mengambil tindakan karena petani mengeluh pupuk langka. Mereka pun mengajak petani untuk beramai-ramai mendatangi Istana Negara agar Jokowi paham dampak kelangkaan pupuk bagi petani.

Ketua Umum Baranusa Adi Kurniawan meminta Presiden Jokowi terbuka matanya terkait apa yang dialami petani saat ini. Ia mengaku, para Petani di Jawa Barat menjerit dengan harga pupuk yang tinggi. Pasalnya, telah terjadi kelangkaan pupuk baik yang bersubsidi hingga non subsidi.

Ia menjelaskan, kelangkaan dikeluhkan para petani lantaran berakibat kenaikan pada harga pupuk hingga 3 kali lipat. Dari harga sebelumnya berkisar 80 ribu perkuintal naik menjadi 300 ribu perkuintal.

Adi pun mempertanyakan kinerja Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, jika fakta di lapangan para petani kesulitan mendapatkan pupuk, maka ketahanan pangan yang dikampanyekan pemerintah patut dipertanyakan. Terlebih, ia mengaku, Kementerian Pertanian sendiri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 Triliun.

“Petani hari ini kesulitan mendapatkan pupuk. Bahkan mereka mengeluh karena harga pupuk yang begitu mahal. Apa kabar ketahanan pangan di masa pandemi? Ada apa dengan pupuk buat para petani kita? Pupuk itukan berkaitan dengan lumbung pangan,” kata Adi di Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Lanjutnya, sangat berbahaya dampaknya rakyat apabila kelangkaan pupuk terjadi. Adi melihat, keberadaan pupuk sangat berperan penting bagi petani dalam menanam berbagai bahan pokok masyarakat.

“Ini yang saya bingung, sudah tahu negara sedang mengalami krisis bahkan reses, rakyat sedang susah. Kenapa petani dibuat susah mendapatkan pupuk. Ini ada apa?,” tanya Adi.

Pimpinan Relawan Jokowi ini mengatakan heran dengan kinerja pemerintah. Ia juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan pandemi yang dihadapi negara dan rakyat. Terlebih terkait pupuk bagi petani. 

Karenanya, Adi pun mengajak para petani ramai-ramai mendatangi istana negara agar Presiden Jokowi terbuka matanya terkait apa yang dialami petani saat ini. Sebab, apabila petani sulit mendapatkan pupuk. Maka itu bisa berdampak pada stabilitas harga pangan.

“Agar presiden Jokowi tidak buta terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Saya menyarankan petani Indonesia geruduk istana negara bersama-sama. Sebab ini akan berdampak pada perut rakyat. Pupuk langka, harga pangan menjadi mahal dan rakyat makin lapar,” tegas Adi.

Selain itu ia juga mempertanyakan peran PT Pupuk Indonesia dalam menyediakan pupuk bagi petani. Adi mempertanyakan tanggungjawab perusahaan BUMN tersebut dalam memberikan kemudahan bagi petani dalam mendapatkan pupuk.

“Kalau kampanyenya bicara ketahanan pangan tapi faktanya petani sulit menanam. Itu artinya, kemungkinan besar ada yang bermain dalam bisnis pupuk. Dan itu mesti dicek lebih dalam kenapa hal itu bisa terjadi demikian,” kata Adi.

Ketua Umum Baranusa ini mempertanyakan kinerja Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman. Bagaimana cara Bakir mengelola perusahaan tersebut hingga terjadi pupuk langka dan para petani harus merasakan imbasnya.

“Itu sudah menjadi tugas PT Pupuk Indonesia dalam mengelola ketersediaan pupuk bagi petani Indonesia. Apabila petani kesulitan mendapatkan pupuk. Berarti ada yang tidak beres dalam pengelolaannya. Atau jangan-jangan ada yang sedang berbisnis pupuk dengan memanfaatkan jabatan negara?,” seru pimpinan relawan Jokowi ini. (OSY)

Loading...

Baca Juga