oleh

Resmi Terbentuk, STII Maluku Komitmen Dorong Produktivitas Petani

Ambon — Pengurus Wilayah Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Provinsi Maluku resmi terbentuk dan mulai menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas petani di seluruh wilayah Maluku. Pembentukan pengurus wilayah ini menjadi momentum baru bagi gerakan tani yang lebih terarah, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan petani lokal.

Ketua Pengurus Wilayah STII Maluku, Talimuddin Rumaratu, menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa STII Maluku hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai wadah perjuangan yang mendorong kemajuan sektor pertanian.

Setelah diberi amanah sebagai Ketua PW STII Maluku, kami berkomitmen mendorong produktivitas petani melalui berbagai program unggulan, tentu kami sesuaikan dengan kebutuhan daerah. Petani harus menjadi subyek pembangunan.” ujar Talimuddin kepada media ini Kamis, (20/11).

Menurutnya, STII Maluku akan fokus pada beberapa agenda strategis, di antaranya:

  • Pembinaan kelompok tani dan peningkatan kapasitas petani
  • Pengembangan bibit unggul dan teknologi pertanian sederhana
  • Pendampingan pemasaran hasil panen
  • Penguatan akses petani terhadap permodalan dan kemitraan
  • Penguatan advokasi kebijakan pertanian di tingkat daerah

Talimuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Ia berharap STII Maluku dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan pertanian, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan akses sarana produksi, infrastruktur, dan pendampingan teknis.

Dengan semangat pemberdayaan, STII Maluku akan terus bergerak untuk memastikan petani kita lebih maju, lebih berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih sejahtera. Ini komitmen kami.” tegasnya.

Dengan terbentuknya STII Maluku, diharapkan hadir energi baru bagi petani di berbagai kabupaten/kota di Maluku, serta mampu menjadi motor penggerak peningkatan produksi pertanian di Bumi Raja-raja. (TRA – 001)

Loading...