oleh

Seandainya Perang Dunia Ketiga Meletus. Opini Tubagus Soleh

Seandainya Perang Dunia Ketiga Meletus.

Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Ketum Babad Banten.

Apa yang menyebabkan Amerika dan China berantem? Karena masalah ekonomi kah atau masalah perebutan kepemimpinan dunia?

Kalau masalahnya ekonomi, seharusnya WTO bisa menjadi mediasi win win solusion. Dan saya percaya itu bisa happy ending.

Namun sepertinya ini bukan sekedar masalah dagang atau ekonomi semata. Tapi lebih dari itu. Ini masalah “balas dendam” ideologi antara “Kapitalisme” yang dipegang teguh oleh “Romawi Barat” Amerika vs dengan “Romawi Timur” yang diyakini penuh oleh China cs.

Keruntuhan uni Sovyet sebagai sekutu ideologis China karena “kalah perang” dengan Amerika menjadi catatan tersendiri yang tersimpan dalam benak pemimpin ideologis China.

Tentu saja China tidak mau kalah apalagi runtuh seperti Uni Sovyet. Pasca runtuhnya Uni Sovyet, Ideologi Komunisme yang dianut oleh Pemerintahan China mengalami penyesuaian kondisi dan situasi. China melakukan reformasi ekonomi yang dahsyat. Tanpa banyak cakap dan dilakukan dengan tekun ditambah dengan senjata harga super murah pelan tapi pasti China masuk ke jantung “musuh”.

Amerika Serikat pasti tahu dan paham gerakan China ini. Tapi mungkin karena Jumawa atau Gumede dan menganggap China Negera miskin tidak begitu mendapat perhatian serius. Atau bisa jadi karena Amerika memiliki strategi yang bisa menghancurkan China sekali pukul.

Sekarang, China bukanlah seperti dulu yang komunis miskin, kotor dan jorok.

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sudah menjelma menjadi negara Maju, modern, ekonomi kuat, militer kuat dst. Wajar saja, bila China ingin peran lebih dalam kepemimpinan Dunia. Semua Umat Manusia Tunduk di Bawah China yang berhaluan Komunisme.

Dengan kata lain, China ingin mengatakan bahwa ideologi Komunisme bisa membuktikan RRT menjadi negara dunia dan memegang Tampuk kepemimpinan dunia.

Simbol “Mata Satu” dalam dollar bukan lagi Amerika tapi sudah pindah ke China. Ya, China ingin supremasi kepemimpinan dunia oleh Amerika diserahkan ke China. Bila tidak dengan cara damai, cara perang apa boleh buat.

Sebagai warga biasa, kita berharap Amerika dan China bisa berdamai. Tapi seandainya meletus perang dunia ketiga, kita bangsa Indonesia harus siap sejak sekarang.

Teror demi teror pasti akan terus bermunculan. Mulai dari Covid19, Psywar, gelar pasukan bombastis, Harga Produk Murah China, dst.

Kita harus eling lan waspada. Tanpa perlu grasa grusu. Namun kita harus bangun kekuatan kita sendiri. Yaitu kekuatan Rakyat melalui gerakan sederhana membeli produk-produk dari dulur-dulur kita sendiri. Ya semacam gerakan pasar Jama’ah yang sedang dilakoni oleh dulur-dulur kita dari Babad Banten.

Loading...

Baca Juga