oleh

Walikota Gorontalo: Program Saya di PON 2020 Satu Emas Satu Rumah

SUARAMERDEKA.ID – Pemerintah Kota Gorontalo menjanjikan “Satu Emas Satu Rumah” kepada altlit daerahnya yang meraih emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) yang akan berlangsung di Papua pada tahun 2020.

Hal itu disampaikan Walikota Gorontalo Marten Taha saat diwawancarai di rumah dinas jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, Kamis (29/8/2019). Program tersebut adalah bentuk apresiasi Pemkot Gorontalo bagi atlit yang mengharumkan nama daerahnya.

“Saya memberi semangat pada para atlit, seperti program saya 4 tahun lalu di PON Jawa Barat. Satu Emas Satu Rumah saya tetap terapkan program itu di 2020,” ujar Marten Taha.

Selain itu, Marten Taha juga menghimbaui semua stakeholder dan para pecinta olahraga yang ada di kota Gorontalo, terutama para pengusaha. Ia berharap semua ikut andil untuk membina atlit olahraga.

Walikota Gorontalo ini mengakui bahwa daerahnya mengalami keterbelakangan dalam bidang olehraga. Semuanya bisa dilihat dengan kasat mata. Ia menyadari keterbelakangan ini dikarenakan beberapa hal. Diantaranya keinginan kuat para pengusaha setempat untuk ikut memajukan olahraga di daerahnya.

“Para pengusaha disini sampai ini masih belum punya keinginan kuat untuk membina salah satu cabang olahraga misalnya. Kalau kita lihat seperti di Jawa, seperti Djarum misalnya, mereka fokus membina bulu tangkis. Kalau disini satu pengusaha membina satu cabang saja, itu akan luar biasa,” tegas Marten Taha.

Masalah yang kedua adalah anggaran dari pemerintah kota Gorontalo. Ia mengakui bahwa anggaran Pemkot untuk olahraga masih terbilang kecil. Hal ini tak lepas dari terbatasnya nilai APBD yang harus dibagi untuk kepentingan lainnya.

“Dari sisi SDM juga kita masih kurang. Berapa banyak SDM kita yang tidak punya sertifikat A, B bahkan C. Itu sangat kurang. SDM ini pelatih, pembina, wasit dan juri. Sarana dan prasarana juga masih menjadi masalah. Lagi-lagi kita punya keterbatasan dengan dana,” tutur Walikota Gorontalo.

Namun bagi Walikota Gorontalo, yang paling penting adalah keinginan kuat dari semua pihak yang ada. Diakui, adabeberapa cabang olahraga yang secara organisasi kuat, tapi minim prestasi. Ada juga yang organisasinya seadanya, tapi punya prestasi yang bagus.

“Ada organisasinya yang bahkan tidak pernah musda (musyawarah daerah-red) berpuluh-puluh tahun, tapi atlitnya berprestasi. Karena kegigihan daripada atlit,” katanya.

Marten Taha menjelaskan, kini Pemkot Gorontalo mulai memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah dengan menggalakkan olahraga. Ia meyakini, dari situlah akan tumbuh tunas-tunas di cabang-cabang tertentu. Pembinaan ini akan dipantau melalui Dispora untuk kemudian dibina hingga menjadi atlit yang berprestasi.

“Menghadapi PON 2020 yang sudah dipelupuk mata ini, mari kita bersama dan hanya dengan kebersamaan, insyaAllah kita bisa mewujudkan keinginan masyarakat. Dan saya memberi semangat kepad para atlit, program saya yang 4 tahun lalu di PON Jawa Barat, Satu Emas Satu Rumah, saya akan tetap menerapkan program itu di tahun 2020, Satu Emas Satu Rumah,” tutup Walikota Gorontalo. (AMN)

Loading...

Baca Juga