oleh

Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Festival Indikasi Geografis

Leaderboard_720x120

SUARAMERDEKA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menaruh perhatian serius terhadap pengembangan produk Indikasi Geografis (IG). Karena sebagian besar produk IG adalah bahan baku dari subsektor ekonomi kreatif yaitu kuliner, fashion, dan kriya, Sabtu, (8/12/2018).

Indikasi Geografis merupakan salah satu jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dimiliki secara kolektif oleh suatu kelompok masyarakat.

Untuk mendapatkan perlindungan Indikasi Geografis, kelompok masyarakat atau institusi yang mewakili atau memiliki kepentingan atas produk bersangkutan harus mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Ham.

“Hak cipta dan lain sebagainya setiap permohonan yang punya karakteristik yang berbeda satu dengan yang lain dari segi waktu untuk mendapatkan permohonannya pun juga Memang berbeda-beda,” kata Ari Juliano Gema Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi di Hotel Pullman dan Tribeca Park, Jakarta Barat.

Baca Juga :  Forum Muslim Cinta NKRI Menolak Aksi Khilafah Internasional

Untuk diketahui, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah non kementerian. Badan ini bertanggungjawab dibidang ekonomi kreatif, saat ini Kepala Bekraf dijabat oleh Triwan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi – radio.

Bekraf memiliki peran penting dalam roda perekonomian nasional. Karena mampu menyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 922 triliun pada tahun 2016. Angka ini diprediksi terus naik setiap tahunnya sekitar 10% sehingga pada tahun 2017 diprediksi mencapai lebih dari 1.000 triliun. (NVD)

Leaderboard_720x120
Loading...

Baca Juga