oleh

Dinas Perikanan Banyuwangi Beri Pengembangan Usaha Istri Nelayan saat Musim Paceklik

SUARAMERDEKA.ID – Para istri nelayan di sejumlah kecamatan di Banyuwangi didampingi untuk mengembangkan usahanya saat musim paceklik ikan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono mengatakan, pendampingan saat ini tengah berjalan pada kelompok istri nelayan di empat kecamatan, yakni di Blimbingsari, Muncar, Tegaldlimo, dan Pesanggaran.

Masing-masing kelompok istri nelayan memiliki produk usaha yang berbeda-beda. Namun, keseluruhannya tak lepas dari hasil olahan produk laut.

Di Blimbingsari, misalnya, para istri nelayan membuat produk olahan ikan bakar. Sementara di Muncar, mereka membuat berbagai jenis kerupuk ikan.

“Sementara di Tegaldlimo itu, mereka membuat olahan dari siput laut. Kalau di Pesanggaran beda lagi. Ibu-ibu di sana membuat abon ikan.” kata Alief, Senin (17/7/2023).

Baca Juga :  Anggota DPR RI PKS Bagikan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Saat ini, Dinas Perikanan berupaya untuk menjangkau lebih luas program pemberdayaan itu. Daerah-daerah pesisir lainnya akan dijangkau.

‘Ada lima kecamatan lain yang masih perlu untuk disentuh. Seperti di Banyuwangi, Kalipuro, Wongsorejo, Kabat, dan Purwoharjo. Kami masih susun dan rancang untuk pelaksanaannya.” tambah Alief.

Alief menyebut, kondisi ekonomi keluarga nelayan amat ditentukan oleh hasil tangkap. Saat ikan melimpah, pundi-pundi yang bisa dibawa pulang juga cukup banyak.

Sementara saat musim paceklik tiba, pemasukan sebagian nelayan nyaris tak ada. Untuk itu, para istri nelayan didampingi untuk membuat produk berkualitas dan memasarkannya.

Dengan demikian, mereka masih akan memiliki penghasilan meski saat musim paceklik.

“Konsep pemberdayaan istri nelayan memang bertujuan agar mereka masih bisa berpenghasilan meskipun kondisi paceklik ikan.” urai Alief memungkasinya. (BUT).

Baca Juga :  Dua Awak Media Dilarang Liput Debat Kandidat, Ini Alasan Ketua KPU Supiori
Loading...