oleh

DPU CKPP Banyuwangi Jalani Gerakan Naik Ojol Setiap Jumat Sesuai SE Bupati

SUARAMERDEKA.ID – Ada kondisi (Sikon) berbeda di semua satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) pemerintah kabupaten Banyuwangi, setiap hari Jumat menggunakan transportasi ojek online, grab dan angkutan kota/umum. Hal tersebut di gerakkan .melalui surat edaran (SE) Bupati Banyuwangi, No. 500.11.1/4776/429.108/2025. Tentang pelaksanaan jasa angkutan berbasis online dan angkutan umum setiap Jumat.

Terlihat salah satu SKPD di lingkungan DPU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPU-CKPP) Banyuwangi, sejumlah pegawai tak lagi datang dengan kendaraan pribadi, melainkan memanfaatkan angkutan kota, ojek pangkalan, hingga layanan ojek online.

Plt. Sekretaris DPU CKPP, Ebta Arisandi, menjadi salah satu yang memberi contoh nyata terhadap karyawan karyawati setiap hari Jumat memilih naik ojek online saat berangkt kerja.

“Kalau kita ingin mengajak orang lain, kita harus memulainya dari diri sendiri. Saya juga naik ojol setiap Jumat sebagai bentuk dukungan.” kata Ebta.

Lanjut Ebta, langkah ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Bupati Banyuwangi mengimbau ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi agar beralih ke transportasi publik setidaknya sekali dalam sepekan.

Jenis transportasi publik yang dimaksud meliputi angkutan kota, angkutan pedesaan, ojek pangkalan, hingga aplikasi transportasi online. Setiap pegawai diwajibkan melaporkan partisipasinya melalui swafoto dengan keterangan lokasi, waktu, dan tanggal. Laporan ini kemudian dikompilasi oleh admin kepegawaian dan diteruskan ke pimpinan SKPD.” tambah Ebta.

Kebijakan dalam SE ini ada pengecualian bagi pegawai yang sakit, hamil, penyandang disabilitas, serta petugas lapangan dengan kebutuhan mobilitas tertentu.

Gerakan ini memiliki dampak besar, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Dengan naik transportasi publik, ASN bisa lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung penghasilan para pelaku transportasi.

“Setiap kali kita naik angkutan umum, kita sedang membantu pengemudi mencari nafkah. Ini sederhana, tapi bermakna besar.” kata Ebta lagi.

Ebta menilai penggunaan transportasi publik juga membantu mengurangi emisi kendaraan pribadi dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

“Kalau ASN bisa konsisten, saya yakin masyarakat juga akan mencontoh.” tambah Ebta dengan berharap.

DPU CKPP Banyuwangi bertekad menjadikan kebijakan ini sebagai budaya baru. Sy meminta seluruh jajarannya untuk konsisten, karena keberhasilan program akan terlihat jika benar-benar diterapkan bersama-sama.

“Kita ingin menunjukkan bahwa ASN DPU-CKPP tidak hanya menjalankan instruksi, tapi juga memiliki kesadaran kolektif. Kalau gerakan ini berjalan baik, Banyuwangi bisa menjadi contoh daerah lain dalam membangun budaya transportasi publik.” tutur Ebta memungkasinya.(BUT).

Loading...