oleh

Kabar Sejumlah Wartawan Dianiaya Preman di SBB Diklaim Hoax

SUARAMERDEKA.ID – Sejumlah wartawan yang bertugas di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) provinsi Maluku  membantah kabar wartawan dianiaya preman di kantor Bupati SBB pada Kamis 4 Maret 2021 lalu. Kabar tersebut dinyatakan hoax dan meminta pihak-pihak yang meyebarkan kabar tersebut untuk segera melakukan klarifikasi.

Hal ini di sampaikan oleh Ibrahim Suneth wartawan harian Siwalima saat sejumlah wartawan menggelar pertemuan di kota Piru. Senin (8/3/2021).

“Jadi informasi adanya  penganiayaan terhadap sejumlah wartawan di Seram Bagian Barat pada hari kamis tanggal 4 Maret 2021 lalu di kantor Bupati. Itu tidak benar. Tidak ada sejumlah wartawan yang dipukul dan informasi tersebut adalah pembohongan publik,” ujar Suneth.

Senada, Mohamad wartawan Radar Post juga mengatakan hal yang sama. Ia menegaskan, tidak ada penganiayaan terhadap sejumlah wartawan di kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa. Mohamad pun menyebutkan masalah tersebut adalah masalah pribadi  yang tidak ada hubungannya dengan wartawan di Seram Bagian Barat

“Itu berita tidak benar atau hoax. Kami tidak terima membawa nama sejumlah wartawan dianiaya oleh preman di Kantor Bupati Seram Bagian Barat.” kata Mohamad.

Selain itu, di tempat yang sama, Fadli Bufakar wartawan wartaterkini.news menegaskan, sejumlah wartawan yang menggelar pertemuan tersebut merasa tidak terima dengan pemberitaan yang ada di beberapa media massa. Menerka pun mengancam mempolisikan jika tidak ada klarifikasi dari pihak yang merasa menyebarkan.

“Ini kan berita hoax dan tidak benar. Tidak ada penganiayaan terhadap sejumlah wartawan. Kami tidak terima. Jadi kami desak yang bersangkutan untuk secepatnya klarifikasikan berita tersebut. Jika tidak, kami akan buat laporan polisi juga,” tegas Boufakar.

Sebelumnya beredar berita dari beberapa media dengan judul “Sejumlah Wartawan Dianiaya Seorang ‘Preman” di Kantor Bupati Seram Bagian Barat”. Berita tersebut menyebut, sejumlah wartawan yang sedang meliput acara pertemuan Bupati Seram Bagian Barat, Yasin Payapo di lantai tiga kantor daerah itu, tiba-tiba diserang oleh seseorang yang disebut preman. Diberitakan pula, preman itu kemudian diketahui bernama Galib Warang. (SMS)

Loading...