oleh

Kontraktor Mitra PUPR Kotawaringin Barat Minta Kadis Mundur

SUARAMERDEKA.ID – Ratusan kontraktor Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah meminta agar Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kotawaringin Barat Juni Gultom mundur dari jabatan. Mereka menganggap sikap dan perkataan Juni Gultom telah meresahkan para kontraktor mitra.

Kontraktor mitra PUPR Kotawaringin Barat ini terdiri dari 7 Asosiasi Perusahan Penyedia Jasa Konstrusi. Gapensi, Gapeknas, Askumnas, Apaksindo, Gapeksindo, Aspekindo dan Hipsindo. Mereka berkumpul di kantor Gapensi Kobar jalan Sutan Syahrir kelurahan Sidorejo, kota Pangkalan Bun, Kamis (10/9/2020) siang.

Menurut perwakilan kontraktor, Harisan, pihaknya menyatakan mosi tidak percaya kepada Juni Gultom. Mereka menilai, selama ini sikap dan ucapan Kadis PUPR Kotawaringin Barat ini kepada para staf kontraktor telah mencoreng nama baik Pemda Kotawaringin Barat.

Ia menjelaskan, sebelum pandemi covid-19, kepemimpinan Juni Gultom sangat membatasi akses koordinasi terhadap orang luar kantor, walau dalam hal penting sekalipun. Terlebih lagi di saat pandemi covid-19. Koordinasi menjadi lebih susah karena alasan Protokol Kesehatan. Ia menyebut, selama kepemimpinan Juni, tidak ada berita yang baik terkait Pembangunan di kabupaten Kobar lantaran Kadis PUPR tidak bisa dikonfirmasi.

“Mengatakan yang sebenar-benarnya, bahwa kami sudah tidak lagi mempercayai dan menolak saudara Juni Gultom menjadi Kepala Dinas PUPR. Kadis PUPR ini banyak melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan. Bahkan cenderung merugikan pola kemitraan. Dengan para pelaku jasa konstruksi di Kobar ini khususnya,” kata Hari seperti yang dilansir dari borneo24.com.

Ia menambahkan, sikap ini diperparah dengan dugaan tindakan tercela yang dilakukan Juni Gultom pada hari Selasa, tanggal 7 September 2020 di kantor Dinas PUPR Kotawaringin Barat. Saat itu Juni Gultom dituding mengusir beberapa staf kontraktor mitra dengan perkataan kasar.

“Saudara Juni Gultom telah melakukan pengusiran terhadap beberapa orang admin dari rekanan kontraktor dengan kata-kata yang kasar dan dengan nada membentak. Seperti “orang luar tidak boleh masuk, jangan duduk disini nanti mengotori meja staf’,” ujar Harison.

Pihaknya mengaku akan mengadukan sikap dan perkataan Juni Gultom kepada Bupati Kotawaringin Barat dan Ketua DPRD setempat.

“Yang jelas, kami sangat kecewa denga apa yang dilakukan oleh kadis PUPR. Insyaallah akan kami adukan kepada Bupati Kotawaringin Barat dan kKtua DPRD Kobar terkait perkataan kasar Kadis PUPR ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, suaramerdeka.id sudah menghubungi Juni Gultom, namun belum memberikan konfirmasi. (YUD)

Loading...

Baca Juga