oleh

LP3BH Tuntut Janji Kajati Papua Barat

SUARAMERDEKA.ID – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy terus mengingatkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat untuk menepati janjinya. Kajati berjanji akan menetapkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Raja Ampat sebagai tersangka kasus dugaan Korupsi Pembangunan 223 unit Septic Tank Individual tahun 2018 senilai Rp. 7, 062 Miliar rupiah.

Warinussy menuturkan, janji Kajati Papua Barat telah disampaikan oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat Syafiruddin melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati PB pada 20 Desember 2020 lalu kepada para wartawan di Manokwari, Papua Barat. Dikatakannya bahwa semua proses sudah selesai dan tinggal menetapkan tersangka saja, apalagi orang (si calon tersangkanya) sudah ada, maka kini tinggal ditetapkan saja.

“Sesuai data yang diperoleh LP3BH. Bahwa anggaran proyek pembangunan Septic Tank Individual senilai Rp. 7,062 Miliar tersebut telah disalahgunakan. Untuk kepentingan pribadi,” kata Warinussy di Manokwari, Minggu (3/1/2021).

Di Kabupaten Raja Ampat, lanjutnya, berdasarkan data yang ada, banyak masyarakat yang tidak menerima Tangki Septik. Bahkan banyak yang menerima, namun tidak terpasang sebagaimana mestinya.

Warinussy menjelaskan, anggaran proyek pengadaan Septik Tank Individual tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2018. Dana tersebut diperuntukkan bagi pengadaan Septik Tank sebanyak 223 unit untuk masyarakat di 3 lokasi berbeda. Yaitu Kota Waisai sebanyak 100 unit, Waigeo Selatan sebanyak 50 unit, dan Misool Timur sebanyak 73 unit.

“Hasil audit investigasi Badan Pengawasan  Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Papua Barat, bahwa akibat terbengkalainya proyek tersebut mengakibatkan kerugian negara sebanyak Rp. 4,112 Miliar rupiah. Sedangkan uang pengadaan Septik Tank sudah dicairkan 100%, tetapi hasil di lapangan nihil,” tandas Warinussy.

Oleh karena itu, LP3BH mendesak, Kajati Papua Barat untuk segera diumumkan penetapan tersangkanya dan menyeretnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manokwari. Untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya yang termasuk kategori kejahatan yang luar biasa. (OSB)

Loading...

Baca Juga