oleh

Nyaris Puso, Petani Grajagan Banyuwangi Sukses Panen

SUARAMERDEKA.ID – Petani Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berhasil menyelamatkan sawah mereka yang nyaris gagal panen karena puso (padi tak ada isi). Sebelumnya diberitakan kawasan tersebut terjadi ledakan WBC.

Tim Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) berkunjung ke lapangan, Rabu (17/3/2021), salah satu pemilik sedang melakukan pemanenan, dengan wajah sumringah dia mengungkapkan kebahagiaannya.

“Walaupun hasilnya sedikit menurun namun saya tetap bersyukur karena padi masih bisa dipanen. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para petugas pertanian yang telah sigap dan membantu dalam mengatasi serangan Wereng. Sehingga serangan tidak berkembang,” ucap salah satu pemilik lahan sawah, Kamis (18/3/2021).

Pada saat panen berlangsung  koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Jatim, untuk wilayah Kabupaten Banyuwangi, Basori, mengatakan begitu mendengar ada serangan Wereng di desa Grajagan ia berinisiatif mengumpulkan rekan-rekan petugas lapangan, untuk mengadakan gerakan pengendalian (Gerdal),  yang terlaksana pada tgl 26 Februari 2021. Berbekal insektisida bantuan dari pemerintah, mereka bersama-sama petani melakukan penyemprotan di areal yang terdampak serangan.

” Upaya kami tidak berhenti sampai disitu. Setelah gerakan pengendalian saya menugaskan petugas khusus untuk mengawal sawah tersebut. Hal ini saya tempuh untuk memastikan daerah tersebut aman dan terkendali dari serangan Wereng,” kata Basori, Jumat (19/3/2021) via hubungan seluler.

Basori meminta para petani di wilayah Banyuwangi Utara dan barat seperti petani d Kecamatan Wongsorejo, Glagah, Licin mengikuti arahan apa yang dilakukan POPT kecamatan. Pihaknya mengarahkan untuk mensukseskan dan keberhasilan para petani saat panen nanti.

“Sementara ini saya selaku koordinator POPT Kabupaten Banyuwangi, mendapat laporan dari POPT Kecamatan sepertinya sulit mengikuti arahan kita demi keselamatan dari serangan wereng penyakit padi lainya. Dan kita sekarang dengan petani petani wilayah Selatan kompak untuk memberantas hama tikus dengan serentak,” ujar Basori.

Nyaris Puso, Petani Grajagan Banyuwangi Sukses Panen
Basori, Koordinator POPT Banyuwangi.

Apa yang dikatakan Basori, dipertegas oleh Chintya seorang POPT yang diberikan tanggung jawab sebagai petugas khusus di daerah tersebut. Ia melihat tugas ini begitu berat, mengingat dirinya baru ditempatkan di Grajagan 2 minggu setelah kejadian. Namun hal itu bukan menjadi penghalang langkahnya dalam mengambil tindakan.

“Bersyukur ada pak Hanan yang membantu saya, beliau adalah Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) senior. Kami berkomitmen untuk bisa mengatasi  serangan Wereng sampai tuntas. Ketika ditanya apa kiat yang dilakukan sehingga sawah petani bisa terselamatkan? Hal pertama yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan petani pemilik dan penggarap. Sekaligus memberikan bimbingan teknis terkait penanganan hama Wereng, setelah itu melakukan pengamatan hama di lapangan untuk memastikan tingkat kematian Wereng. Apabila masih ada sisa populasi maka kami lakukan gerdal susulan,” terang Chintya.

Lanjut Chintya, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan selain serangan Wereng ada juga serangan Penyakit Kresek.

“Namun intensitasnya rendah,” pungkasnya.

Secara terpisah Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Purwoharjo, Sunarto menerangkan, bahwa pihaknya aktif untuk menanggulangi serangan Wereng yang mengancam sawah petani.

” Saya tidak tinggal diam. Jauh sebelum ini saya telah memberikan komando kepada para petugas agar selalu aktif dan menyisir lapangan. Walhasil serangan tersebut bisa ditemukan. Walaupun saat ditemukan populasi wereng cukup banyak. Namun begitu berkat gerak cepat petugas dan kekompakan bersama petani sawah tersebut akhirnya bisa kita selamatkan,” kata Sunarto.

Pada saat tim meninggalkan lapangan panen masih belum selesai. Namun berdasarkan hasil yang sudah ada pada titik satu sekitar 0,3 Ha luas sawah yang dipanen memperoleh produktivitas lebih kurang 2,5 ton. Sedangkan pada titik yang lain dari 0,5 Ha sawah  memperoleh hasil sekitar 3 ton, dengan harga pasaran Rp. 4.100/ Kg. Dari data yang diperoleh bisa ditarik kesimpulan bahwa panen padi masih dikategorikan berhasil,” terang Sunarto.

Nyaris Puso, Petani Grajagan Banyuwangi Sukses Panen
Arief Setiawan. Kadis Pertanian Banyuwangi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Arief Setiawan, membenarkan keberhasilan hasil panen petani, yang awal diberitakan adanya ledakan WBC, nyaris menyebabkan Puso.

” Ya saat itu petani daeah kecamatan Purwoharjo di beritakan adanya WBC yang nyaris menyebabkan Puso. Tetapi ketanggapan tim BBPOPT, bisa teratasi menggunakan tehnis neksnisme yang dimiliki, Alhamdulillah petani berhasil panen, yang awal nyaris menyebabkan Puso.” terang Arief.

Arief meminta segenap petani dan pemilik sawah diharapkan mengikuti upaya maksimal apa yang diarahkan pemerintah (Dinas Pertanian) lewat BPP atau PPL. Artinya petani menanam padi hingga pengobatan sampai panen mengikuti arahan PPL.

“Semua yang dilakukan PPL semata saat panen petani bisa berhasi bisa maksimal atau hasil memuaskan,” pungkasnya. (BUT)

Loading...

Baca Juga