oleh

Oknum Dokter RSUD Raha Beri Resep Luar, DPRD Muna Ngamuk

SUARAMERDEKA – Anggota DPRD Muna provinsi Sulawesi Tenggara Awal Hisabu marah mengetahui oknum dokter di RUSD Raha menulis resep obat yang karus ditebus di luar apotik RSUD setempat. Menurutnya, tidakan oknum dokter tersebut dianggap menyalahi aturan yang ada.

Kejadian tersebut terungkap setelah anggota komisi III DPRD Muna ini melakukan pemantauan secara langsung, Selasa (19/3/2019) ke RSUD Raha. Saat itu ia melihat seorang pasien bernama Tri Anti dan La Hadia yang beralamat di kelurahan  Walambenowite kecamatan Parigi Kabupaten Muna menjalani perawatan di RSUD Raha akibat penyakit Hosa yang dideritanya.

Pasien tersebut mengaku diberi resep oleh oknum dokter. Dikatakan bahwa resep yang ditulis, obatnya tidak tersedia di apotik RSUD, jadi harus dibeli di luar. Awal Hisabu mengatakan perlakuan oknum dokter di RSUD Raha tersebut jelas menyalahi aturan dan ketentuan. Merasa tidak terima atas kejadian tersebut, ia pun mengamuk di RSUD Raha.

“Saya sangat sangat kesal ketika melihat secara langsung adanya resep yang dikeluarkan oleh dokter yang menangani kedua pasien tersebut. Yang nilainya tidaklah sedikit. Sementara obat yang akan diambil itu ada di apotik rumah sakit. Yang dikeluarkan setelah saya mengamuk,” ungkap kader PBB yang kembali mencalonkan ini.

Kepada suaramerdeka.id, ia berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut. Awal Hisabu akan menyampaikan hal tersebut kepada ketua komisi untuk meminta menggelar rapat. Ia mendesak untuk segera memanggil dokter dan pihak RSUD Raha dalam hearing (dengar pendapat).

“Kalau selama ini, hal yang serupa hanya sebatas laporan dari masyarakat. Kali ini saya sendiri yang tangkap tangan. Jadi sudah tidak ada alasan. Bahwa dokter Wahid (oknum dokter-red) yang menangani pasien dan mengeluarkan resep tersebut, harus diberi sangsi. Karena ini adalah resep yang kedua dikeluarkan untuk pasien tersebut” ungkapnya.

Ditempat yang lain, Plt. Dirut RSUD Raha yang dihubungi melalui ponselnya, menyayangkan tindakan oknum dokter tersebut. Ia mengaku dirinya sudah berulang kali memperingatkan, namun tidak dihiraukan.

Sampai berita ini diturunkan, oknum dokter yang dimaksud belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi. Saat dihubungi suaramerdeka.id melalui telepon selulernya, juga tidak aktif. (MAC)

Loading...

Baca Juga