oleh

Omnibus Law dan Kekacauan Dimana-mana. Opini Tubagus Soleh

Omnibus Law dan Kekacauan Dimana-mana.

Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten)

Saya termenung, melihat demonstrasi yang sengaja di live di salah satu akun fesbuk. Disitu terlihat jelas, Jakarta sedang membara karena demonstrasi menolak UU Omnibus Law yang disahkan oleh DPR tengah malam.

Saya juga melihat di akun sosial fesbuk dari berbagai daerah ternyata kondisinya hampir sama. Semangat membara. Bahkan sampai ada “bakar-bakaran” segala.

Dalam hati saya. Temen-temen luar biasa. Berani bahkan sangat berani. Di saat Pandemi Covid19 begitu menakutkan. Temen-temen tidak begitu “berfikir rijit” akan keselamatan nyawa sendiri. Namun semangat perlawanan yang begitu mempesona.

Jujur saja, sayapun yang menyaksikan di akun sosial perjuangan temen mahasiswa, buruh, pelajar, warga masyarakat lainnya begitu terhentak dan ikut terbawa bergelora. Ingin rasanya larut bersama dengan para pejuang yang ikut menolak UU Omnibus Law.

Saya pribadi belum membaca teks UU nya. Hanya berdasarkan sekilas info saja dari medsos atau diskusi kecil-kecil.

Saking penasarannya, saya pernah bertanya kepada senior saya yang mengerti hukum. Kebetulan beliau memang keseharian bergelut di bidang hukum. Beliau mengatakan, Omnibus Law dalam jangka Panjang sangat berbahaya bagi rakyat. Khususnya Umat Islam. Salah satu poin yang beliau katakan masalah perizinan Pendidikan wabil khusus Pesantren yang dianggap terlalu lebay oleh beliau.

Begitupun dengan dunia kampus akan mengalami nasib yang sama. Semuanya bermuara pada rezim yang berkuasa. Serba sentralistik.

Kata “sentralistik” mengingatkan saya pada Ideologi Kekuasaan yang dianut oleh salah satu negara yang sedang “berkuasa” saat ini. Baik dari segi ekonomi, politik, dan militer. Tapi saya menepis anggapan pikiran saya yang berlebihan.

Tapi saya setuju bila UU Omnibus Law harus mendapat kritik dan pengawalan serius. Bahkan saya setuju terhadap pendapat dalam orasi dari demonstran yang saya simak dari medsos bahwa UU Omnibus Law harus dibatalkan.

Dan kita sebagai rakyat kecil berharap semoga “kekacauan” ini akibat dari disahkan UU Omnibus Law bisa diselesaikan dengan cara Musyarawah Mufakat tanpa harus menimbulkan korban jiwa dan kekacauan yang berlanjut.

Presiden, DPR, dan seluruh Kekuatan Sipil harus duduk bareng memusyawarahkan UU Omnibus Law yang dianggap bermasalah oleh Rakyat. Jangan sampai gelombang demonstrasi semakin menggelinding seperti bola salju yang tidak bisa tertahan lagi. Klo sudah begitu rumput pun akan terdiam bisu

Loading...

Baca Juga