oleh

Puasa Medsos, Haruskah?, Sebuah Opini John Suteki

Puasa Medsos, Haruskah? Oleh: John Suteki, Pakar Hukum.

Quote Ketua PP Muhammadiyah:

“Dalam puasa itu ketika kita diajak bertengkar, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengajarkan: ‘Aku sedang berpuasa’. Nanti dalam medsos pun ketika ada mereka yang menebar hal-hal yang membuat kita batal dalam berpuasa, termasuk retak sebagai umat dan bangsa, harus kita ingatkan,” kata Haedar.

Fakta:

1. Amar ma’ruf nahi mungkar di setiap lini kehidupan tetap wajib, bukan? Mungkin akan ada pertengkaran?
2. Kejahatan, kecurangan, ketidakadilan tersaji di depan mata. Mungkinkah kita diam, nunggu reaksi setelah lebaran? Mungkin terjadi pertengkaran?
3. Sejarah membuktikan peperangan zaman Nabi dan sahabat penerus dilakukan pada saat puasa ramadhan, misal Perang Badar. Mungkinkah perang menunggu lebaran? Jelas telah terjadi pertengkaran bukan?
4. Tanggal 22 Mei akan diumumkan hasil pemilu 2019, khususnya pilpres yg sdh ditengarai ada banyak kecurangan, bahkan oleh Ijtima’ Ulama 3 dideklarasikan terjadi kecurangan TSM. Jika ternyata kemenangan salah satu pihak dilakukan secara curang TSM, haruskan kita menunda perjuangan hingga setelah lebaran? Mungkin terjadi pertengkaran, bukan?

Lalu, apa dalilnya untuk menunda para pejuang membela hak, kebenaran dan keadilan?

Lagian apa sih yang menyebabkan puasa batal? Masa ber-medsos “wajar” bisa menyebabkan puasa batal?

Loading...

Baca Juga