oleh

Ruas Jalan Nasional Sorong-Tambrauw Selesai Tahun 2021

SUARAMERDEKA.ID – Kepala Balai PJN Wilayah XVII Manokwari Papua Barat Satrio Sugeng Prayitno akhitnya menanggapi kontroversi penanganan Ruas Jalan Nasional Sorong-Tambrauw yang terjadi beberapa hari ini. Ia menjelaskan ada beberapa kendala yang membuat kelancaran aktivitas trayek jalur Bus Damri terganggu.

Saat di Konfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (28/6/2019), Sugeng menjelaskan bahwa penanganan ruas jalan Nasional Sorong – Makbon – Mega sepanjang 103 Km dilaksanakan oleh Satker PJN Wilayah II Sorong. Ia mengakui, sampai saat ini penanganan belum mendukung kelancaran aktivitas trayek jalur Bus Damri rute Sorong – Tambrauw.

“Karena pada ruas jalan tersebut masih terdapat dua tanjakan yang ekstrim. Yaitu tanjakan Gunung Malaumkarta (Km.54-red) dan tanjakan Gunung Della (Km.84-red). Serta masih ada 42 Km ruas jalan Nasional yang masih berupa perkerasan jalan tanah (Japat/urpil-red),” jelas Sugeng.

Lanjut Sugeng, keterbatasan anggaran keseluruhan ruas jalan tersebut belum bisa tertangani dengan baik pada tahun ini. Saat ini sedang direncanakan oleh pihak Satker PJN wilayah II Sorong agar dapat tertangani di tahun 2020.

“Pada tahun ini terdapat dua paket kegiatan dalam ruas jalan Sorong – Makbon – Mega. Yaitu perbaikan Geometrik Makbon – Mega dan Preservasi ruas jalan Sorong – Makbon – Mega,” ucap Sugeng.

Ia menjelaskan, pihaknya dan Pemkab Tambrauw sudah melakukan koordinasi untuk penanganan ruas tersebut. Yakni Balai PJN Wilayah XVII untuk ruas jalan Nasional Sorong – Mega dan Pemkab Tambrauw untuk ruas jalan Mega – Fef – Sausafor sepanjang 70 Km.

“Sehingga di tahun 2020 sudah mulai dikerjakan hingga tuntas pada tahun 2021,” tutup Sugeng. (OSB)

Loading...

Baca Juga