oleh

Warga Desa Waara Adukan Kepala Desanya ke Polres Muna

SUARAMERDEKA – Sejumlah Masyarakat desa Waara Kecamata Lohia Kabupaten Muna, Kamis (25/4/2019), mendatangi Unit Tipikor Polres Muna Sulawesi Tenggara.

Kedatangan mereka ke Unit Tipikor Polres Muna, guna mengadukan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Desanya secara berjamaah. Diduga korupsi tersebut dilakukan oleh Kepala Desa Waara La Lukari pada Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD)

Dalam pengaduannya, mereka membeberkan adanya penyalahgunaan dana Bumdes TA. 2017-2018 yang fiktif, dan beberapa kegiatan lainnya yang diduga tidak sesuai dengan bestek, diataranya jalan stapak dan gedung Serba Guna

“Saya heran juga komandan. Masa Bumdes itu tdk ada SK nya dan tidak ada dasar hukumnya, dan sampai dua tahun ini tdk jalan. Setiap warga pertanyakan dengan pak Desa, selalu saja dijanji. Masa janji terus sampai dua tahun. Kemana itu dananya disalurkan yang besarannya 100 juta pertahun,” papar warga yg tidak ingin disebutkan namanya didepan ruangan unit tipikor saat ingin meninggalkan Polres Muna, Kamis (25/4/2019).

Kanit Tipikor Polres Muna Bripka La Ode Sabaruddin saat ditemui suaramerdeka.id, tidak ingin memberikan keterangan terkait pengaduan warga tersebut. Menurutnya yang berkompoten memberikan keterngan adalah Kapolres Muna atau Kasat Reskrim.

“Memang benar bahwa hari ini ada sejumlah warga Desa Waara Kecamatan Lohia Kabupaten Muna yang datang ke Unit Tipikor Polres Muna, mengadukan adanya dugaan korupsi yang terjadi didesanya. Dan bukan Desa Waara saja, bahkan hampir seluruh Desa se kecamatan Lohia. Warganya sudah pernah mengadukan dugaan di desanya. Namun kewenangan keterangan hanya ada pada Kapolres dan Kasat Reskrim” tutur Kanit.

Dicesar pertanyaan oleh sejumlah awak media, Sabaruddin hanya bisa menjawab singkat.

“Silahkan tanya Kapolres atau Kasat. Kecuali ada perintah, kami akan turun lidik,” tandasnya sambil berlalu. (MAC)

Loading...

Baca Juga